Ket foto : Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar.
Publiknews.co Samarinda – Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menegaskan dukungannya terhadap upaya Pemerintah Kota Samarinda dalam meningkatkan kualitas transportasi umum demi kesejahteraan masyarakat.
Salah satu langkah konkret yang diusulkannya adalah pengadaan bus sekolah melalui Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD).
Menurut Deni, usulan ini merujuk pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 15 Tahun 2024 yang mengamanatkan pemerintah untuk menyediakan fasilitas transportasi umum, termasuk bus sekolah.
“Dengan pengadaan bus sekolah dalam sistem SIPD. Regulasi terbaru dengan jelas mengharuskan pemerintah menyediakan sarana transportasi umum, namun tentu tetap harus memperhitungkan kondisi jalan, kapasitas anggaran daerah, dan faktor lainnya,” ujarnya pada Selasa (18/2/2025).
Usulan tersebut juga sejalan dengan kebijakan yang melarang pelajar membawa kendaraan pribadi ke sekolah.
Dalam hal ini, Dinas Perhubungan (Dishub) meminta dukungan legislatif agar pengadaan bus sekolah dapat direalisasikan di setiap daerah pemilihan (dapil).
Karena besarnya anggaran yang dibutuhkan, Deni menekankan perlunya sinergi antara pemerintah dan DPRD agar program ini dapat berjalan dengan baik.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya perbaikan sistem transportasi umum di Samarinda yang dinilai sudah memerlukan pembaruan. Ia mengusulkan agar angkutan kota (angkot) digantikan dengan bus berkapasitas lebih besar, yang mampu menampung 25 hingga 45 penumpang.
Lebih lanjut, Deni juga mendorong Pemerintah Kota Samarinda untuk segera melakukan kajian terkait pengadaan transportasi massal berbasis Bus Rapid Transit (BRT).
Menurutnya, uji coba operasional BRT dapat dimulai di empat koridor utama, seperti kawasan Sungai Kunjang, Samarinda Utara, dan Palaran, yang memiliki jarak tempuh cukup jauh serta tingkat kepadatan tinggi pada jam sibuk.
“Uji coba BRT dapat dimulai di jalur-jalur utama. Kepadatan lalu lintas biasanya terjadi pada pagi hari hingga pukul 09.00 dan kembali meningkat saat jam pulang sekolah atau kerja. Ini bisa menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi kemacetan di kota,” jelasnya.
Deni berharap program pengadaan transportasi ini dapat dirancang secara matang agar segera terealisasi.
Ia juga menilai bahwa subsidi pemerintah untuk transportasi massal akan sangat membantu masyarakat, khususnya bagi para pelajar yang menghadapi biaya transportasi tinggi.
“Subsidi ini akan meningkatkan kualitas layanan transportasi umum serta mendorong masyarakat untuk beralih ke moda transportasi massal yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Kami mendukung penuh peningkatan fasilitas transportasi di Samarinda agar masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara optimal,” pungkasnya.
Penulis Ainun Editor Redaksi PN







Users Today : 106
Total Users : 507231
Views Today : 129
Total views : 1613239
Who's Online : 1