Keterangan, Bupati Kukar, Edi Damansyah (rid/PublikNews.co)
PublikNews.Co, Kukar – Masalah gizi pada anak menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar).
Melalui berbagai program intervensi, Pemkab Kukar berupaya menekan angka gizi kurang dan berat badan tidak naik. Salah satu upaya nyata dilakukan melalui pemberian makanan tambahan (PMT) yang ditargetkan bagi anak-anak dengan risiko gizi buruk.
Bupati Kukar, Edi Damansyah, menjelaskan bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan penimbangan dan pengukuran serentak secara nasional yang telah dilaksanakan pada Juli 2024. Berdasarkan hasil penimbangan tersebut, ditemukan bahwa kondisi yang paling banyak dialami anak-anak adalah berat badan kurang, berat badan tidak naik, dan gizi kurang.
“Kelompok inilah yang memiliki potensi risiko lebih besar, sehingga menjadi fokus utama dalam upaya intervensi,” ujar Edi, pada Selasa (4/3/2025).
Sebagai bentuk evaluasi, Pemkab Kukar kembali menggelar penimbangan dan pengukuran serentak pada Oktober 2024. Hasilnya menunjukkan perkembangan yang sangat baik meskipun masih terdapat beberapa kasus stunting.
“Alhamdulillah, hasil penimbangan ulang menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Memang masih ada kasus stunting, tetapi penanganan khusus untuk stunting dilakukan langsung oleh dokter spesialis anak,” tambahnya.
Edi Damansyah menekankan pentingnya melihat persoalan gizi secara menyeluruh, tidak hanya berfokus pada kasus stunting semata. Menurutnya, di lapangan justru lebih banyak ditemukan kasus berat badan tidak naik, berat badan kurang, dan gizi kurang.
“Perlu diingat bahwa ketika membahas stunting, jangan sampai kita hanya terfokus pada kasus tersebut. Sebab, yang lebih banyak terjadi di lapangan adalah masalah berat badan yang tidak naik, berat badan kurang, dan gizi kurang,” jelasnya.
Ia juga memastikan bahwa program penanganan gizi di tahun 2024 berjalan dengan baik, terkendali, dan sesuai rencana. Sementara terkait angka atau persentase hasil penurunan stunting, Edi mempersilakan merujuk pada data resmi yang tersedia.
“Fokus utama justru pada upaya mencegah dan menangani kasus berat badan yang tidak naik, berat badan kurang, dan gizi kurang,” pungkasnya. (adv)






Users Today : 123
Total Users : 410932
Views Today : 299
Total views : 1448199
Who's Online : 3