Publiknews.co Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda terus menggenjot pengerjaan proyek revitalisasi Pasar Pagi, yang diharapkan dapat menjadi salah satu ikon baru ibu kota Kalimantan Timur tersebut.
Namun, di tengah euforia pembangunan dan tampilan arsitektur yang modern, muncul perhatian dari kalangan legislatif mengenai pentingnya jaminan keamanan konstruksi dalam jangka panjang.
Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, menekankan bahwa aspek keselamatan tidak boleh hanya menjadi pelengkap dari sisi estetika.
Ia mengingatkan bahwa keamanan bagi pengunjung maupun pedagang harus menjadi prioritas utama ketika pasar ini mulai beroperasi secara penuh.
“Kita tidak menginginkan adanya kejadian yang tidak diharapkan di masa mendatang, terlebih pasar ini akan menjadi salah satu ikon kota,” ujar Deni saat melakukan peninjauan terhadap progres pembangunan belum lama ini.
Deni mengakui bahwa tampilan luar bangunan terlihat rapi dan kokoh. Namun, menurutnya, kekuatan struktur tidak boleh hanya dinilai dari fasad semata.
Ia berharap pembangunan pasar memperhatikan standar teknis yang ketat, terutama mengingat bangunan tersebut memiliki tujuh lantai.
“Pasar ini bukan sekadar tempat berjualan, melainkan ruang publik yang akan menjadi pusat aktivitas ekonomi setiap hari. Oleh karena itu, kepastian terhadap kualitas struktur dan aspek keamanannya harus benar-benar dijamin,” jelasnya.
Saat ini, proyek Pasar Pagi telah memasuki tahap kedua dengan alokasi anggaran sebesar Rp148,5 miliar.
Tahap ini mencakup sejumlah pekerjaan seperti penyekatan kios, pengelolaan limbah, pemasangan instalasi mekanikal dan elektrikal, eskalator, plafon, serta proses pengecatan.
Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan tahap dua ini rampung pada Oktober 2025.
Adapun tahap pertama pembangunan yang telah selesai sebelumnya menyerap anggaran sebesar Rp290 miliar—lebih rendah dari estimasi awal sebesar Rp390 miliar—yang mencakup pengerjaan struktur utama, fasad bangunan, dan pekerjaan konstruksi baja.
Desain akhir pasar turut menghadirkan penataan tematik untuk area dagangan, dengan ukuran kios yang bervariasi mulai dari 1,2 x 2 meter hingga 4 x 8 meter.
Sementara itu, lantai dasar dirancang khusus untuk area parkir, dengan kapasitas mencapai 104 unit mobil dan 709 unit sepeda motor.
Deni berharap keberadaan Pasar Pagi yang baru nantinya tidak hanya menjadi simbol kemajuan fisik kota, tetapi juga mampu menjawab harapan masyarakat akan pasar yang nyaman, tertata, dan aman bagi seluruh penggunanya.
“Kita semua menginginkan pasar ini menjadi percontohan pasar modern yang bersih, tertib, dan mengedepankan aspek keamanan,” tutupnya.
Penulis Nisnun Editor Redaksi PN







Users Today : 214
Total Users : 486111
Views Today : 528
Total views : 1574042
Who's Online : 2