Foto: Agenda pagelaran seni tari bertajuk Akar Budaya, Berkreasi Menuju Prestasi.
PUBLIKNEWS.CO, KUKAR – Pagelaran seni tari bertajuk “Akar Budaya, Berkreasi Menuju Prestasi” yang digelar Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Kalimantan Timur di Museum Negeri Mulawarman, Tenggarong, Sabtu (24/5/2025).
Gerlaran ini tidak hanya menjadi wadah ekspresi seni. Lebih dari itu, acara ini menegaskan potensi besar sektor budaya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kutai Kartanegara (Kukar).
Penampilan mahasiswa ISBI Kaltim yang memukau dengan ragam tarian Nusantara memperlihatkan bahwa seni bukan sekadar pelestarian tradisi, tapi juga bisa menjadi instrumen pembangunan daerah.
Dengan sentuhan profesionalisme dan inovasi, seni pertunjukan terbukti mampu menarik perhatian publik dan membuka peluang usaha di bidang ekonomi kreatif.
Kepala Bidang Pembinaan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Kukar, Antoni Kusbiantoro, menyebut ISBI Kaltim sebagai salah satu kekuatan utama dalam memproduksi talenta budaya yang bisa bersaing secara global.
Menurutnya, kolaborasi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah penting untuk mendorong munculnya ekosistem ekonomi berbasis seni.
“ISBI bukan hanya mengajar tari, tapi juga menciptakan ruang bagi ekonomi kreatif untuk bertumbuh melalui seni,” ujarnya.
Antoni menekankan, keberadaan ISBI Kaltim harus dimanfaatkan secara maksimal sebagai mitra strategis dalam menciptakan lapangan kerja dan memperkuat identitas budaya Kukar. Apalagi Tenggarong dikenal sebagai pusat sejarah dan budaya yang memiliki potensi besar dikembangkan secara profesional.
Ia juga menyoroti pentingnya regenerasi pelaku seni melalui pembinaan yang berkelanjutan. Dengan hadirnya ISBI Kaltim, proses kaderisasi seniman muda bisa berjalan lebih terarah, serta membuka ruang bagi inovasi budaya yang tetap berpijak pada kearifan lokal.
Lebih lanjut, pagelaran semacam ini dinilai mampu memperluas apresiasi masyarakat terhadap kesenian, sekaligus menghidupkan ruang publik seperti museum yang selama ini jarang tersentuh generasi muda. Hal ini menjadi nilai tambah dalam membangun sektor pariwisata yang berakar dari budaya.
Antoni berharap agar dukungan terhadap ISBI tidak berhenti di level seremoni, melainkan diteruskan dalam bentuk kebijakan dan pendanaan konkret untuk kegiatan budaya.
“Kalau kita bicara ekonomi kreatif, maka budaya adalah bahan bakunya. Dan ISBI Kaltim adalah dapurnya,” kata Antoni menutup wawancara. (Adv)






Users Today : 263
Total Users : 451539
Views Today : 558
Total views : 1518003
Who's Online : 4