Publiknews.co Samarinda – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Sugiyono, menilai bahwa wajah Kota Samarinda kian menunjukkan kesiapan dalam menghadapi tantangan pertumbuhan kawasan, terutama di tengah peran strategisnya sebagai ibu kota provinsi dan pintu gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dalam pandangannya, transformasi Samarinda selama beberapa tahun terakhir mencerminkan langkah pembangunan yang lebih terarah dan terukur, khususnya dalam penanganan masalah klasik seperti banjir dan penataan ruang kota.
“Kita melihat perubahan yang nyata, terutama dari sisi penanggulangan banjir. Beberapa kawasan yang dulunya langganan genangan kini jauh lebih tertata. Ini menunjukkan ada perencanaan yang matang,”ujar Sugiyono pada Jumat (6/6/2025).
Ia menyebut, strategi pembangunan kota yang kini lebih proaktif dan berjangka panjang menunjukkan bahwa pemerintah daerah mulai mengedepankan perbaikan sistemik, seperti optimalisasi drainase, revitalisasi sungai, hingga pengembangan kolam retensi yang efektif.
Namun, Sugiyono menekankan bahwa penataan fisik kota hanyalah satu sisi dari tantangan urbanisasi.
Ia menyoroti pentingnya kesinambungan antara pembangunan infrastruktur dengan penguatan ekonomi kerakyatan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Pembangunan kota harus menyentuh dua sisi: estetika dan kesejahteraan. Tidak cukup bersih dan rapi saja, tapi juga harus mampu menciptakan peluang ekonomi baru bagi warga,”ungkapnya.
Sugiyono juga menyoroti pentingnya sinergi antarlembaga dalam mewujudkan visi kota yang tangguh dan adaptif.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah kota, DPRD kota, dan DPRD provinsi harus diperkuat agar arah pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Kota seperti Samarinda tidak bisa dibenahi secara parsial. Diperlukan orkestrasi kebijakan yang harmonis agar semua program benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,”tegas politisi dari PDI Perjuangan ini.
Sugiyono berharap keberhasilan dalam pengelolaan lingkungan dan infrastruktur menjadi fondasi kuat untuk mendorong sektor lain seperti UMKM, digitalisasi layanan publik, hingga penataan kawasan hunian yang inklusif.
“Samarinda harus jadi representasi kota masa depan: terhubung, tertata, dan tumbuh bersama warganya. Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tapi pembangunan nilai,”tutupnya.
Penulis Nisnun Editor Redaksi PN







Users Today : 194
Total Users : 510603
Views Today : 284
Total views : 1618648
Who's Online : 3