Foto : Agenda pertemuan persiapan O2SN SD/MI Tingkat Kabupaten Kukar.
PUBLIKNEWS.CO, KUKAR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara terus berkomitmen memfasilitasi dan mendorong pengembangan bakat siswa di bidang olahraga melalui ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SD/MI di tingkat Kabupaten tahun 2025.
Kegiatan ini digelar sebagai ajang kompetisi sekaligus sarana menjaring bibit unggul di bidang olahraga dari usia dini.
Pelaksana Tugas Sekretaris Disdikbud Kukar, Joko Sampurno mengatakan, O2SN bukan hanya sekadar perlombaan biasa, tetapi menjadi bagian penting dari pembentukan karakter dan kecerdasan anak secara menyeluruh. Menurutnya, ajang ini sangat tepat untuk mendorong siswa menjadi generasi yang sehat, aktif, dan berprestasi.
“Penting kita pahami bahwa O2SN tidak hanya menilai kecerdasan intelektual atau IQ, tetapi juga kecerdasan fisik, mental, dan karakter anak. Ini bagian dari pendidikan yang menyeluruh,” ujarnya dalam rapat pertemuan O2SN tingkat Kabupaten di Tenggarong, Rabu (11/6/2025).
Ia mengapresiasi seluruh pihak yang turut menyukseskan kegiatan ini, mulai dari kepala sekolah, guru, pembina, pelatih, hingga peran masyarakat. Menurutnya, sinergi semua unsur akan menentukan keberhasilan siswa di level yang lebih tinggi, baik provinsi maupun nasional.
Namun, Joko tak menampik adanya kendala. Salah satunya keterbatasan anggaran yang membuat jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan menjadi terbatas. Jika anggaran lebih memadai, maka peluang mengembangkan lebih banyak potensi siswa tentu akan semakin besar.
Tahun ini, tidak semua kecamatan di Kukar bisa ikut serta dalam O2SN. Dari total 20 kecamatan, hanya sebagian yang mengirimkan peserta. Hal ini menjadi catatan penting untuk evaluasi, baik dari sisi efisiensi anggaran maupun regulasi teknis yang ada dalam petunjuk pelaksanaan kegiatan.
Lebih lanjut, Joko menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas dalam pelaksanaan lomba. Ia mengingatkan juri dan wasit untuk bertindak profesional, transparan, dan adil, terutama pada cabang olahraga yang penilaiannya bersifat subjektif seperti senam atau cabang seni.
“Penilaian harus obyektif. Jangan sampai ada kesan suka atau tidak suka. Jika sejak awal sudah tidak adil, anak-anak kita bisa dirugikan saat melanjutkan ke tingkat provinsi atau nasional,” tegasnya.
Ia juga menyoroti rendahnya capaian siswa Kukar di tingkat yang lebih tinggi. Menurutnya, hal ini bisa disebabkan oleh dua faktor utama, yakni pembinaan yang belum maksimal dan sistem penilaian yang tidak sesuai dengan standar kompetisi.
Joko pun mengapresiasi para orang tua yang turut berkontribusi dalam mendukung anak-anaknya. Bahkan, ada yang rela berkorban waktu dan biaya demi keberhasilan anak hingga ke level nasional. Ini membuktikan bahwa olahraga bisa menjadi nilai tambah penting dalam masa depan anak.
“Prestasi di bidang olahraga bisa membuka banyak peluang, apalagi untuk karier di bidang militer, kepolisian, atau instansi lainnya yang membutuhkan kemampuan fisik. Maka dari itu, kita harus terus dorong pembinaan sejak dini,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan seperti O2SN terus dilanjutkan secara berkelanjutan. Mengingat siswa kelas 6 akan segera lulus, pembinaan harus difokuskan pada siswa kelas 4 dan 5.
“Mari kita siapkan generasi penerus dengan lebih baik agar Kukar bisa lebih berprestasi ke depannya,” pungkas Joko. (Adv)






Users Today : 188
Total Users : 441362
Views Today : 354
Total views : 1501666
Who's Online : 4