Publiknews.co Samarinda — Program beasiswa Kutim Tuntas yang kembali dibuka oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menarik perhatian publik.
Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Agusriansyah Ridwan, memberikan klarifikasi bahwa pelaksanaan program ini tidak akan menimbulkan tumpang tindih dengan program pendidikan gratis dari Pemerintah Provinsi Kaltim, yakni GratisPol.
Agusriansyah menegaskan bahwa program Kutim Tuntas telah berjalan sejak beberapa tahun lalu dan telah memiliki payung hukum yang memadai, sehingga kecil kemungkinan terjadi benturan kebijakan antarprogram.
“Program ini sudah berlangsung cukup lama dan memiliki dasar regulasi yang kuat. Oleh karena itu, kekhawatiran akan adanya konflik dengan GratisPol sebetulnya tidak beralasan,”ungkap Agusriansyah pada Selasa (24/6/2025).
Legislator dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mewakili daerah pemilihan Kutai Timur, Berau, dan Bontang ini juga menjelaskan bahwa mekanisme penyaluran beasiswa telah diatur sedemikian rupa agar tidak terjadi tumpang tindih penerimaan bantuan.
“Ada aturan yang secara tegas melarang penerima beasiswa menerima bantuan dari dua sumber yang berbeda dalam waktu bersamaan. Koordinasi antarlembaga pemberi beasiswa juga terus ditingkatkan,”jelasnya.
Selain menyampaikan dukungan terhadap inisiatif Pemkab Kutim, Agusriansyah yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kaltim, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah provinsi agar program bantuan pendidikan lebih tepat sasaran.
“Koordinasi yang baik antarlevel pemerintahan akan memastikan bantuan pendidikan dapat terdistribusi secara adil dan menyentuh semua kalangan yang membutuhkan,”ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pendidikan merupakan landasan utama dalam mencetak sumber daya manusia unggul, terutama dalam rangka mewujudkan visi pembangunan jangka panjang Kutai Timur tahun 2045.
“Untuk mencapai visi Kutim Hebat 2045, kita tidak bisa mengesampingkan sektor pendidikan. Oleh karena itu, pelaksanaan program seperti Kutim Tuntas harus diawasi secara ketat agar proses seleksinya berjalan transparan dan akuntabel,”tandasnya.
Penulis Nisnun Editor Redaksi PN








Users Today : 156
Total Users : 435050
Views Today : 375
Total views : 1491719
Who's Online : 7