• Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
PublikNews.co
  • Politik
    • DPRD KALTIM
    • DPRD SAMARINDA
    • KPU Samarinda
    • KPU Kaltim
  • Pendidikan
  • Kaltim
    • Samarinda
    • Dispora Kaltim
    • Disdik Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
  • Kaltara
  • Ragam
    • Olah Raga
    • Nasional
  • Advetorial
  • Nasional
No Result
View All Result
  • Politik
    • DPRD KALTIM
    • DPRD SAMARINDA
    • KPU Samarinda
    • KPU Kaltim
  • Pendidikan
  • Kaltim
    • Samarinda
    • Dispora Kaltim
    • Disdik Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
  • Kaltara
  • Ragam
    • Olah Raga
    • Nasional
  • Advetorial
  • Nasional
No Result
View All Result
PublikNews.co
No Result
View All Result
Home Advetorial

Sarkowi: Praktik Buang Air di Sungai Mahakam Harus Segera Ditinggalkan, Edukasi Budaya Jadi Kunci

Redaksi by Redaksi
Juni 25, 2025
in Advetorial, DPRD KALTIM, Kaltim
0 0
0
Sarkowi: Praktik Buang Air di Sungai Mahakam Harus Segera Ditinggalkan, Edukasi Budaya Jadi Kunci
Bagikan

Publiknews.co Samarinda – Masalah sanitasi masih menjadi pekerjaan rumah besar di Kalimantan Timur, terutama bagi warga yang bermukim di sepanjang Sungai Mahakam.

Kebiasaan buang air besar langsung ke sungai melalui jamban apung masih sering dijumpai di kawasan tersebut, menandakan perlunya langkah serius yang lebih dari sekadar pembangunan fisik.

Anggota DPRD Kalimantan Timur, Sarkowi V Zahry, menyatakan bahwa pendekatan terhadap permasalahan ini tidak bisa hanya bertumpu pada penyediaan infrastruktur.

Ia menekankan pentingnya strategi berbasis edukasi dan transformasi budaya yang menyeluruh dan berkelanjutan.

“Kebiasaan menggunakan jamban apung di Mahakam ini tidak bisa dilepaskan dari kedekatan budaya masyarakat dengan sungai. Jadi, solusinya tidak bisa sebatas membangun fasilitas MCK, tetapi juga harus melibatkan perubahan cara pandang dan perilaku,”ujarnya Rabu (25/6/2025).

Meskipun pemerintah telah mulai menyediakan fasilitas sanitasi yang lebih layak, menurut Sarkowi, proses mengubah pola hidup masyarakat yang telah terbentuk selama bertahun-tahun tidak bisa dilakukan secara instan.

“Bagi sebagian warga, sungai bukan hanya sumber kehidupan tetapi juga ruang aktivitas sehari-hari. Maka pendekatan pembangunan harus dibarengi dengan pemahaman nilai-nilai budaya mereka, sehingga transisi ke perilaku hidup sehat dapat berlangsung secara alamiah,”ucapnya.

Ia mengibaratkan proses pergeseran kebiasaan ini seperti perkembangan teknologi komunikasi yang pernah terjadi.

“Kita pernah terbiasa menggunakan telepon umum dengan koin, kemudian perlahan beralih ke ponsel pribadi karena adanya edukasi dan adaptasi teknologi. Perubahan perilaku masyarakat terhadap sanitasi juga memerlukan pola yang serupa,”tutur legislator Partai Golkar ini.

Sarkowi menyebut, upaya mendorong perubahan ini harus dilakukan melalui pendekatan yang kolaboratif dan lintas sektor, dengan melibatkan tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, serta unsur pemerintah setempat.

Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur menunjukkan bahwa masih banyak wilayah di sepanjang Sungai Mahakam yang belum memiliki akses sanitasi yang memadai.

Kebiasaan buang air besar sembarangan, baik langsung ke sungai maupun melalui jamban apung, kerap terjadi di kawasan padat penduduk dan daerah pesisir.

Kondisi ini tak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat dengan meningkatnya risiko penyakit berbasis lingkungan seperti diare, kolera, hingga infeksi pencernaan.

“Jika kebiasaan ini terus berlanjut tanpa ada sentuhan budaya yang menyentuh akar masalahnya, maka target sanitasi layak dalam agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan akan sulit dicapai di Kalimantan Timur,”jelas Sarkowi.

Ia menyarankan agar setiap program pembangunan fasilitas sanitasi turut mengintegrasikan strategi komunikasi budaya, bukan sekadar kampanye visual yang tidak menyentuh substansi.

“Penyuluhan tidak cukup hanya dengan spanduk atau brosur. Harus ada pendekatan personal dari tokoh adat, tokoh agama, dan warga setempat agar pesan yang disampaikan benar-benar dipahami dan diterima,”pungkasnya.

Penulis Nisnun Editor Redaksi PN

Post Views: 196
Previous Post

Krisis Hutan dan Ancaman Kepunahan Pesut Mahakam, Sarkowi Desak Penegakan Hukum Lingkungan yang Lebih Tegas

Next Post

Guntur Optimis Aulia-Rendi Mampu Percepat Transformasi Kukar sebagai Mitra Strategis IKN

Redaksi

Redaksi

Next Post
Guntur Optimis Aulia-Rendi Mampu Percepat Transformasi Kukar sebagai Mitra Strategis IKN

Guntur Optimis Aulia-Rendi Mampu Percepat Transformasi Kukar sebagai Mitra Strategis IKN

Sosial Media

Statistik Pengunjung

467040
Users Today : 37
Total Users : 434931
Views Today : 59
Total views : 1491403
Who's Online : 3
Your IP Address : 216.73.216.74
Server Time : 2026-05-27
PublikNews.co

Navigate Site

  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi

PT. PUTRA BORERO INDAH BERJAYA

No Result
View All Result
  • Politik
    • DPRD KALTIM
    • DPRD SAMARINDA
    • KPU Samarinda
    • KPU Kaltim
  • Pendidikan
  • Kaltim
    • Samarinda
    • Dispora Kaltim
    • Disdik Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
  • Kaltara
  • Ragam
    • Olah Raga
    • Nasional
  • Advetorial
  • Nasional

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In