Foto: Kepala SMPN 3 Tenggarong, Sariani.
Publiknews.co, Kutai Kartanegara – Digitalisasi menjadi kekuatan utama SMP Negeri 3 Tenggarong dalam mengembangkan budaya literasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
Langkah ini sekaligus mengantar sekolah tersebut ke posisi tiga besar Lomba Perpustakaan Sekolah tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Kepala SMPN 3 Tenggarong, Sariani, menyebutkan bahwa digitalisasi perpustakaan bukan hal baru dalam dunia pendidikan, melainkan sesuatu yang wajib ada di sekolah.
“Kegiatan ini sudah menjadi rutinitas kami. Setiap bulan data diperbarui, ada evaluasi, dan hasilnya terlihat jelas,” katanya, Selasa (12/8/2025).
Sekolah memiliki 1.007 Chromebook yang dipinjamkan kepada seluruh siswa, dilengkapi 44 papan tulis digital. Chromebook hanya bisa digunakan dengan akun belajar, sehingga pemanfaatannya lebih terarah.
Untuk mendukung akses internet, setiap kelas dilengkapi lima router dengan perbandingan satu router untuk sepuluh siswa. Selain itu, terdapat 13 titik wifi berkecepatan 200 Mbps yang memastikan koneksi stabil selama pembelajaran.
Jika perangkat rusak, siswa tidak perlu khawatir. Mereka cukup mengembalikannya ke sekolah untuk langsung mendapatkan pengganti. Stok cadangan telah disiapkan oleh Dinas Pendidikan.
Inovasi lain yang dimiliki SMPN 3 Tenggarong antara lain lorong literasi, galeri, hingga zona literasi dari 1 sampai 14. Fasilitas ini dibuat untuk mengakomodasi jumlah siswa yang mencapai 1.700 orang.
Perpustakaan juga menjadi pusat kegiatan kreatif. Salah satunya dengan menghadirkan fasilitas podcast yang digunakan untuk membahas berbagai topik literasi dan budaya.
Penggunaan teknologi tak lepas dari tantangan. Sebagian siswa mencoba memanfaatkan perangkat untuk bermain game. Untuk mengatasinya, sekolah bekerja sama dengan Kominfo agar penggunaan perangkat bisa diawasi.
Selain literasi, sekolah juga menerapkan pembelajaran coding sejak 2023 sesuai program Kementerian. Karya animasi siswa bahkan telah dipamerkan hingga ke Jepang.
Sariani menegaskan, semua inovasi ini lahir dari dukungan penuh Dinas Pendidikan Kukar yang menyediakan perangkat, jaringan, dan pelatihan guru.
“Guru-guru kami 100 persen bersertifikat internasional Google, sehingga mampu mengoptimalkan pembelajaran digital,” tutupnya. (Adv/Nr)







Users Today : 292
Total Users : 491898
Views Today : 679
Total views : 1585033
Who's Online : 7