Foto: Plt Kepala Bidang SD Disdikbud Kukar, Emy Rosana Saleh.
Publiknews.co, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah mempersiapkan diri menjadi distrik digital reference pertama di Indonesia.
Langkah ini ditandai dengan meningkatnya jumlah sekolah yang mengadopsi sistem pembelajaran berbasis digital, termasuk melalui kemitraan dengan Google.
Plt Kepala Bidang SD Disdikbud Kukar, Emy Rosana Saleh, menyebutkan bahwa di Kukar sudah ada satu sekolah rujukan Google, yakni SMPN 7 Muara Kaman, serta 22 sekolah kandidat rujukan lainnya. Jumlah ini menjadi yang terbanyak di Indonesia.
“Programnya bukan hanya berbasis Google, tetapi juga mencakup penguatan ekosistem digital secara menyeluruh,” jelasnya Emy sapaan akrabnya saat diwawancarai awak media, pada Selasa (12/8/2025).
Perangkat digital yang disalurkan dimanfaatkan langsung dalam proses belajar mengajar di sekolah. Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mendorong agar Diskominfo turut memperkuat jaringan internet, terutama di sekolah yang koneksinya belum memadai. Akses yang lancar dianggap penting agar pembelajaran digital dapat berjalan optimal.
Dalam kunjungan ke SMPN 3 Tenggarong, pihaknya juga melihat penerapan literasi digital yang dinilai sangat baik. Sekolah ini menjadi salah satu contoh sukses pemanfaatan teknologi dalam penguatan literasi siswa dan guru.
Salah satu hasil positif dari kerja sama ini adalah kolaborasi internasional. Setelah kunjungan pihak Google, Board of Education Jepang mengajak SMP di Kukar untuk berbagi informasi dan pengetahuan bersama siswa di Jepang.
Kolaborasi ini akan membuka ruang pertukaran budaya dan wawasan global bagi siswa, sekaligus mengasah keterampilan komunikasi lintas negara.
“Ini peluang besar untuk mengenalkan kualitas pendidikan di Kukar ke dunia,” ujar Emy.
Selain teknologi, dukungan literasi konvensional juga tidak diabaikan. Sekolah-sekolah mendapatkan buku-buku referensi berkualitas, termasuk kamus, novel, dan literatur sains yang menunjang penguatan pembelajaran.
Penguatan literasi digital dan tradisional dijalankan secara seimbang, sehingga siswa mampu beradaptasi di era digital tanpa meninggalkan keterampilan membaca buku fisik.
Rencananya, pencapaian ini akan diresmikan bertepatan dengan peringatan 17 Agustus mendatang, sekaligus menjadi tonggak sejarah pendidikan berbasis digital di Kukar.
“Kami berharap Kukar dapat menjadi model distrik digital yang menginspirasi daerah lain di Indonesia,” tutup Emy. (Adv/Nr)







Users Today : 296
Total Users : 491902
Views Today : 694
Total views : 1585048
Who's Online : 2