Foto: Ratusan penari dan koreografi saat gladi bersih persiapan pembukaan Erau 2025 di Stadion Rondong Demang Tenggarong (Nur/Publiknews)
Publiknews.co, Kutai Kartanegara – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bersama Yayasan Terminal Olah Seni (TOS) Tenggarong menggelar gladi bersih menjelang pembukaan Erau 2025 di Stadion Rondong Demang, Sabtu (20/9/2025), sore.
Dalam kesempatan ini, Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, turut hadir secara langsung untuk menyaksikan dan memastikan bahwa persiapan pembukaan Erau 2025 berjalan dengan sukses.
Thauhid sapaan akrabnya juga menyampaikan bahwa persiapan acara telah mencapai 90 persen. Gladi bersih ini, dan langkah akhir ini pun untuk memastikan kesiapan teknis dan seremoni agar berjalan sesuai dengan rencana.
“Dengan gladi bersih ini, persiapan dapat dikatakan hampir tuntas. Hanya tinggal penyempurnaan detail kecil yang masih perlu disesuaikan,” ujarnya.
Tahun ini, Erau mengangkat tema “Menjaga Marwah Peradaban Nusantara”. Tema tersebut dipilih untuk menegaskan peran penting Kutai Kartanegara dalam sejarah lahirnya peradaban bangsa.
Melalui Erau, masyarakat diajak kembali mengenali dan melestarikan identitas budaya yang menjadi kebanggaan daerah.
Rangkaian kegiatan Erau akan menampilkan beragam seni, tarian tradisional, serta prosesi adat. Salah satu tradisi yang paling ditunggu ialah Belimbur, yang telah lama menjadi simbol kebersamaan.
Prosesi siram-siraman air ini merepresentasikan kesetaraan, persatuan, dan kegembiraan seluruh masyarakat tanpa memandang perbedaan.
Selain itu, Thauhid menjelaskan bahwa agenda Erau 2025 bertepatan dengan kegiatan nasional lain seperti Rakornas, sehingga tim protokol bekerja lebih intensif. Kendati demikian, ia memastikan koordinasi berjalan baik dan seluruh rangkaian acara siap digelar.
Acara pembukaan Erau 2025 akan berlangsung pada 21 September, dilanjutkan dengan prosesi Belimbur pada 28 September, serta penutupan pada 29 September.
Pihak Disdikbud juga mengimbau masyarakat untuk turut berpartisipasi memeriahkan seluruh rangkaian kegiatan.
“Erau adalah warisan budaya yang tidak hanya menjadi kebanggaan Kutai Kartanegara, tetapi juga Nusantara. Partisipasi masyarakat sangat penting sebagai wujud pelestarian budaya sekaligus perekat persatuan,” jelas Thauhid.
Terakhir Ia berharap, seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung lancar, kondusif, dan khidmat.
“Semoga cuaca mendukung sehingga semua agenda Erau dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (Adv/Nr)






Users Today : 561
Total Users : 432852
Views Today : 979
Total views : 1487634
Who's Online : 4