Foto: Kepala Bidang SMP Disdikbud Kukar Emy Rosana Saleh (Nur/Publiknews)
Publiknews.co, Kutai Kartanegara – Kesuksesan sekolah inklusi di Kutai Kartanegara tak cukup ditopang guru dan fasilitas saja.
Perlu ada peran besar orang tua dan masyarakat yang ikut menentukan anak berkebutuhan khusus bisa tumbuh percaya diri di sekolah.
Plt. Kabid Pendidikan SMP Disdikbud Kukar, Emy Rosana Saleh, menegaskan bahwa orang tua adalah mitra penting dalam mendampingi proses belajar. Ia mengajak agar komunikasi dengan guru semakin terbuka, sehingga kebutuhan anak bisa direspons dengan cara yang tepat.
“Ketika orang tua aktif berdiskusi dengan guru, strategi pembelajaran bisa disusun bersama sesuai kebutuhan anak. Itu membuat anak lebih nyaman di sekolah,” jelasnya. Kamis (2/10/2925).
Namun, dukungan tidak berhenti di rumah dan sekolah. Menurut Emy, lingkungan sekitar juga harus hadir dengan sikap menerima. Ia menyebut penerimaan masyarakat akan memberi ruang lebih luas bagi anak berkebutuhan khusus untuk berkembang.
“Sekolah inklusi tidak bisa berdiri sendiri. Dibutuhkan empati dan kesadaran kolektif dari masyarakat, mulai dari menghargai keberadaan mereka, tidak memberi stigma, hingga ikut terlibat dalam kegiatan sekolah,” terangnya.
Emy menekankan bahwa tujuan utama Disdikbud Kukar bukan hanya membangun sekolah inklusi, melainkan ekosistem pendidikan inklusif.
Artinya, semua pihak diajak berperan aktif dalam menciptakan ruang belajar yang ramah bagi semua anak.
Sebagai langkah nyata, Disdikbud Kukar menyiapkan program sosialisasi inklusi hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Harapannya, pemahaman masyarakat semakin merata, bukan hanya di kalangan pendidik.
“Kalau masyarakat paham, anak-anak berkebutuhan khusus tidak akan merasa berbeda. Mereka bisa tumbuh dengan lebih percaya diri,” pungkas Emy. (Adv/Nr)






Users Today : 68
Total Users : 466946
Views Today : 281
Total views : 1543026
Who's Online : 2