Foto: Plt Kepala Bidang SMP Disdikbud Kukar, Emy Rosana Saleh (dok)
Publiknews.co, Kutai Kartanegara – Program Bantuan Seragam dan Perlengkapan Sekolah yang digagas Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri bersama Wakil Bupati Rendi Solihin mulai direalisasikan di berbagai sekolah di Kukar.
Kali ini, SMP Negeri 1 Tenggarong menjadi salah satu sekolah yang telah memulai pelaksanaan program tersebut dengan menggelar sosialisasi bersama orang tua siswa.
Pertemuan berlangsung di lantai tiga Aula SMP Negeri 1 Tenggarong pada Kamis (9/10/2025), dihadiri Kepala Sekolah Imam Huzaeni, jajaran Komite Sekolah, serta 128 orang tua dari total 368 siswa kelas VII tahun ajaran 2025/2026.
Sosialisasi ini menjadi langkah awal dalam memastikan pelaksanaan bantuan berjalan sesuai prosedur dan diketahui bersama oleh para orang tua siswa.
Plt. Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Emy Rosana Saleh, mengapresiasi inisiatif sekolah-sekolah yang menggelar sosialisasi terbuka seperti ini.
Ia menilai langkah tersebut penting untuk menjaga transparansi dan mencegah potensi kesalahpahaman di masyarakat.
“Dengan adanya Peraturan Bupati dan SK Bupati terkait Bantuan Operasional Sekolah Kabupaten untuk perlengkapan sekolah bagi peserta didik baru, semuanya bisa berjalan. Ini bukti bahwa program Bupati bukan janji kosong, tetapi benar-benar direalisasikan,” ujar Emy saat dikonfirmasi via telepon oleh pewarta publiknews.
Menurutnya, pelaksanaan bantuan ini merupakan wujud nyata dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan pendidikan serta membantu meringankan beban orang tua.
“Program ini sangat berpihak pada masyarakat, terutama orang tua siswa baru. Pemerintah ingin memastikan bahwa tidak ada lagi anak yang kesulitan bersekolah hanya karena persoalan biaya perlengkapan,” jelasnya.
Ia menjelaskan, proses pencairan dana bantuan telah dilakukan sejak 26 September 2025. Setelah peluncuran resmi oleh Bupati, pihak Disdik langsung melakukan sosialisasi kepada kepala sekolah, bendahara, dan komite agar pelaksanaan serta pelaporan pertanggungjawaban dilakukan secara tertib dan transparan.
“Kami berharap seluruh sekolah penerima bantuan bisa mengelola dana sesuai ketentuan, transparan, dan tepat waktu, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh siswa baru,” imbuhnya.
Emy juga menegaskan bahwa bantuan ini tidak hanya bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan, tetapi juga strategi pemerintah untuk menekan kesenjangan ekonomi di tingkat keluarga.
“Dengan adanya bantuan seragam, tas, sepatu, dan perlengkapan belajar lainnya, beban orang tua di awal tahun ajaran bisa jauh berkurang,” tuturnya.
Ia pun berpesan agar setiap sekolah menjaga amanah program ini dan memastikan pelaksanaannya memberi manfaat langsung bagi peserta didik.
“Program ini kami harapkan tidak hanya membantu siswa, tapi juga menjadi bagian dari upaya meringankan beban ekonomi keluarga di Kutai Kartanegara,” pungkasnya. (Adv/Nr)






Users Today : 537
Total Users : 490590
Views Today : 778
Total views : 1582164
Who's Online : 12