Foto: Plt. Kepala Bidang Pendidikan SMP Disdikbud Kukar, Emy Rosana Saleh
Publiknews.co, Kutai Kartanegara – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga lingkungan sekolah agar tetap aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik.
Salah satu fokus utama yang dijalankan adalah pencegahan perundungan (bullying) melalui penguatan pendidikan karakter di kalangan pelajar.
Plt. Kepala Bidang Pendidikan SMP Disdikbud Kukar, Emy Rosana Saleh, mengatakan bahwa pembentukan karakter menjadi fondasi penting dalam mencegah perilaku negatif di lingkungan sekolah.
Nilai-nilai seperti empati, saling menghormati, dan kejujuran harus ditanamkan sejak dini agar tumbuh menjadi kebiasaan dalam keseharian siswa.
“Upaya penanggulangan bullying dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu pencegahan dan perbaikan. Pencegahan dilakukan dengan menanamkan nilai moral dan sikap saling menghargai di sekolah. Jadi anak-anak terbiasa memperlakukan teman dengan baik dan menjunjung etika dalam pergaulan,” jelas Emy, Minggu (26/10/2025).
Ia menjelaskan, pendekatan berbasis karakter ini dijalankan seiring dengan berbagai kegiatan pembinaan siswa di sekolah. Dengan membangun budaya positif dan komunikasi yang sehat, lingkungan belajar diharapkan semakin kondusif serta bebas dari tindakan yang merugikan sesama.
“Pembentukan karakter itu tidak bisa instan. Tapi kalau dilakukan terus-menerus, akan membentuk suasana sekolah yang lebih harmonis,” katanya.
Sementara itu, jika terjadi dugaan praktik perundungan, penyelesaian pertama dilakukan di tingkat sekolah melalui pembinaan langsung terhadap siswa yang terlibat. Apabila kasus bersifat serius, sekolah akan berkoordinasi dengan Disdikbud Kukar atau Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) untuk tindak lanjut yang lebih komprehensif.
“Jika pelanggaran termasuk berat, sekolah tidak akan dibiarkan menangani sendiri. Kami siap mendampingi bersama pihak terkait agar penyelesaiannya berjalan sesuai prosedur,” ujar Emy.
Ia juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada laporan kasus bullying di jenjang SMP yang masuk ke Disdikbud Kukar. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan dan pembinaan karakter yang diterapkan di sekolah-sekolah mulai membuahkan hasil positif.
“Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada laporan kasus yang signifikan. Kalaupun ada, biasanya sudah diselesaikan secara baik di internal sekolah,” ungkapnya.
Melalui langkah-langkah tersebut, Disdikbud Kukar menegaskan komitmennya untuk terus menciptakan ekosistem pendidikan yang ramah, berkarakter, dan berkeadaban.
“Kita harap sekolah jadi ruang tumbuh yang bukan hanya mencetak siswa cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam moral dan kepribadian,” pungkas Emy. (Adv/Nr)







Users Today : 213
Total Users : 450648
Views Today : 634
Total views : 1516216
Who's Online : 4