Publiknews.co Samarinda – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda memberikan perhatian serius terhadap pelaksanaan operasional insinerator sebagai fasilitas pengolahan sampah. Sejumlah persoalan dinilai masih perlu dibenahi, mulai dari sistem pengupahan, pembagian beban kerja petugas, hingga jaminan keselamatan kerja di lapangan.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, M. Andriansyah, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap kondisi operasional insinerator, termasuk mencermatilaporan mengenai adanya pekerja yang memilih mengundurkan diri. Salah satu isu yang mencuat adalah dugaan ketidaksesuaian besaran gaji, meskipun hal tersebut masih dalam tahap penelusuran.
“Kami memperoleh informasi mengenai besaran gaji yang dinilai belum sesuai oleh sebagian pekerja. Namun, hal tersebut masih perlu ditelusuri lebih lanjut, termasuk meninjau beban kerja yang mereka jalankan,” tuturnya pada Jumat (24/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa dalam sistem kerja insinerator seharusnya terdapat pembagian tugas yang terstruktur antara petugas pemilahan dan petugas pembakaran. Menurutnya, tidak seluruh jenis sampah dapat langsung dimusnahkan melalui proses pembakaran.
“Jenis sampah yang dapat dibakar hanyalah residu, yakni sampah yang tidak memiliki nilai guna lagi. Sementara material seperti plastik, kardus, maupun botol seharusnya melalui proses pemilahan terlebih dahulu,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mempertanyakan praktik di lapangan, apakah petugas telah menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing atau justru harus merangkap beberapa pekerjaan sekaligus. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menambah beban kerja secara berlebihan.
“Apabila satu orang harus melakukan pemilahan sekaligus pembakaran, tentu kondisi tersebut tidak ideal. Hal ini akan kami klarifikasi kepada dinas terkait,” tegasnya.
Mengenai sistem pengupahan, beredar informasi bahwa pekerja insinerator menerima gaji sekitar Rp2,5 juta setiap bulan. Namun, angka tersebut belum dapat dipastikan secara resmi. Ia menilai bahwa besaran upah seharusnya mempertimbangkan tingkat risiko dan beban kerja melalui perhitungan yang matang.
“Apabila pekerjaan memiliki tingkat risiko yang tinggi dan beban kerja yang berat, maka besaran upah seharusnya disesuaikan. Tidak tepat apabila disamakan dengan pekerjaan yang memiliki risiko lebih rendah,” ujarnya.
Selain aspek pengupahan, DPRD juga menekankan pentingnya perlindungan keselamatan kerja bagi seluruh petugas. Pekerjaan di bidang pengolahan sampah dinilai memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi, sehingga memerlukan dukungan perlengkapan keselamatan yang memadai.
“Peralatan pelindung diri seperti sepatu boot, masker, helm, dan rompi keselamatan wajib disediakan. Penyediaan perlengkapan tersebut merupakan tanggung jawab pengelola, bukan pekerja,” katanya.
Ia juga menilai bahwa persoalan insinerator tidak dapat dipisahkan dari sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh. Kurangnya pemilahan sampah sejak dari sumber menjadi salah satu faktor yang memperberat proses kerja di fasilitas pengolahan.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat memiliki peranan penting dalam mengurangi volume sampah yang masuk ke fasilitas pengolahan. Oleh karena itu, edukasi serta pembiasaan pemilahan sampah sejak tingkat rumah tangga hingga lingkungan rukun tetangga (RT) perlu terus diperkuat.
DPRD turut mendorong pembentukan komunitas peduli lingkungan yang diharapkan dapat berperan dalam pengawasan serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang baik.
Dalam waktu dekat, DPRD berencana memanggil Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk meminta penjelasan secara rinci mengenai operasional insinerator. Hal yang akan dibahas meliputi sistem kerja, mekanisme pengupahan, serta jaminan perlindungan bagi tenaga kerja.
“Kami menginginkan seluruh aspek tersebut menjadi jelas, sehingga program pengelolaan sampah dapat berjalan secara optimal tanpa menimbulkan persoalan baru di kemudian hari,” pungkasnya.(AdvDprdSamarinda)
Penulis Ayii Editor Redaksi






Users Today : 540
Total Users : 411923
Views Today : 1034
Total views : 1450713
Who's Online : 10