Publiknews.co Samarinda – DPRD Kota Samarinda menilai keberhasilan Program Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 24 dalam satu tahun terakhir tidak terlepas dari peran tenaga pendidik yang memiliki kompetensi dan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Selain meningkatkan kemampuan akademik, program ini juga dinilai berhasil membangun karakter dan kepercayaan diri para siswa.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie, mengatakan proses pembelajaran dalam Program Sekolah Rakyat dirancang untuk menghasilkan perkembangan siswa secara menyeluruh. Karena itu, kualitas guru menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan program.
Menurutnya, pemerintah pusat menerapkan sistem seleksi tenaga pendidik yang mengutamakan kemampuan, kompetensi, dan kesiapan dalam mendampingi peserta didik. Mekanisme tersebut dinilai mampu menghadirkan guru yang sesuai dengan tujuan pendidikan yang ingin dicapai.
“Para tenaga pendidik dipilih berdasarkan kompetensi yang dimiliki. Perkembangan siswa selama ini menjadi bukti bahwa proses tersebut berjalan dengan baik,” ujar Novan, Kamis (18/6/2026).
Ia menjelaskan, sebagian besar guru yang bertugas merupakan tenaga pendidik berusia muda. Kondisi itu justru memberikan nilai tambah karena mereka dinilai lebih mudah membangun komunikasi, memahami karakter siswa, serta menerapkan metode belajar yang lebih interaktif.
Tak hanya itu, kehadiran pengajar dari berbagai daerah di Indonesia juga menciptakan suasana belajar yang lebih beragam. Para siswa mendapat kesempatan mengenal berbagai pendekatan pembelajaran sekaligus memperluas wawasan melalui interaksi dengan tenaga pendidik yang memiliki latar belakang budaya berbeda.
Menurut Novan, lingkungan belajar seperti itu ikut membantu meningkatkan kemampuan adaptasi, keterampilan sosial, dan pola pikir peserta didik selama mengikuti program.
DPRD juga menilai capaian Program Sekolah Rakyat membuktikan bahwa kondisi ekonomi keluarga tidak menjadi penghalang bagi anak untuk meraih prestasi apabila memperoleh akses pendidikan yang memadai dan pendampingan yang berkesinambungan.
Sebagian besar peserta didik berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Namun, setelah satu tahun mengikuti program, mereka menunjukkan perubahan yang cukup signifikan, mulai dari meningkatnya disiplin, kemampuan berkomunikasi, keberanian tampil di depan umum, hingga pencapaian akademik yang semakin baik.
“Mayoritas siswa berasal dari keluarga kurang mampu, tetapi perkembangan yang mereka tunjukkan saat ini sangat membanggakan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari nilai di atas kertas. Pembentukan karakter, peningkatan rasa percaya diri, dan terbukanya kesempatan yang setara bagi seluruh peserta didik juga menjadi indikator penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.
Karena itu, DPRD Samarinda berharap Program Sekolah Rakyat Terintegrasi terus diperkuat dan diperluas agar semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan yang berkualitas.
“Program ini memberikan peluang yang sama bagi anak-anak untuk berkembang. Dengan pendidikan yang baik, mereka memiliki kesempatan lebih besar untuk meraih masa depan yang lebih baik,” tutup Novan.
DPRD berharap pengalaman pelaksanaan SRT 24 dapat menjadi acuan dalam pengembangan pendidikan yang lebih inklusif, sekaligus memperkuat upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Samarinda.(adv/ayii)








Users Today : 238
Total Users : 458074
Views Today : 707
Total views : 1529233
Who's Online : 1