Publiknews.co Samarinda — Kondisi fasilitas pendukung di kawasan Polder Air Hitam Samarinda mendapat perhatian DPRD. Kawasan yang menjadi salah satu ruang publik favorit warga tersebut dinilai masih membutuhkan pembenahan, terutama pada aspek penerangan dan pengelolaan parkir.
Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah, mengatakan Polder Air Hitam tetap ramai digunakan masyarakat, termasuk pada malam hari. Karena itu, keberadaan fasilitas penerangan menjadi kebutuhan penting agar aktivitas warga dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
Ia menilai kawasan yang minim pencahayaan tidak hanya mengurangi kenyamanan pengunjung, tetapi juga dapat menimbulkan kerawanan apabila dibiarkan. DPRD pun berencana meminta penjelasan dari perangkat daerah yang menangani fasilitas penerangan jalan umum.
“Kami akan koordinasikan dengan dinas terkait. Kalau memang penerangannya kurang dan sudah mengganggu, tentu harus segera dicarikan solusi karena menyangkut keamanan masyarakat,” ujar Helmi, Jumat (7/8/2026).
Persoalan lain yang turut menjadi sorotan ialah penggunaan bahu jalan sebagai lokasi parkir. Ramainya aktivitas di sekitar polder membuat kebutuhan tempat parkir meningkat, sementara ketersediaan lahan parkir yang tertata dinilai belum sebanding dengan jumlah pengunjung.
Menurut Helmi, kondisi tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi pemerintah. Penyediaan kantong parkir yang memadai dapat menjadi solusi untuk mengurangi kendaraan yang berhenti sembarangan sekaligus membuat kawasan lebih tertib.
Ia bahkan melihat pengelolaan parkir secara resmi dapat memberikan manfaat tambahan bagi daerah melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD), selama mekanisme pengelolaannya dilakukan dengan baik.
“Kalau memungkinkan, fasilitas parkirnya dibuat lebih jelas dan tertata. Termasuk ruang untuk pedagang, sehingga masyarakat yang datang tahu harus parkir dan beraktivitas di mana,” jelasnya.
Terkait keberadaan pedagang dan pelaku UMKM di kawasan tersebut, Helmi mengatakan aktivitas ekonomi masyarakat pada dasarnya perlu mendapat dukungan. Menurutnya, kegiatan perdagangan yang memberikan manfaat bagi warga tidak semestinya langsung dipandang sebagai persoalan.
Meski demikian, aktivitas tersebut tetap harus disertai tanggung jawab menjaga lingkungan. Kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan kawasan perlu menjadi perhatian bersama, baik oleh pedagang maupun pengunjung.
“Kalau aktivitasnya membantu masyarakat, khususnya untuk meningkatkan pendapatan melalui usaha mereka, tentu kita dukung. Yang penting tetap ada aturan dan kawasan dijaga bersama,” tuturnya.
DPRD Samarinda selanjutnya akan mendorong koordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk membahas kondisi Polder Air Hitam. Pembahasan diharapkan tidak hanya menyentuh persoalan lampu penerangan dan parkir, tetapi juga penataan kawasan secara keseluruhan.
Helmi berharap pembenahan fasilitas dapat membuat Polder Air Hitam semakin layak sebagai ruang publik. Dengan penerangan yang cukup, parkir yang teratur, serta aktivitas UMKM yang tertata, masyarakat diharapkan dapat menikmati kawasan tersebut dengan lebih aman dan nyaman.(advdprdsamarinda)








Users Today : 196
Total Users : 480270
Views Today : 278
Total views : 1565062
Who's Online : 1