Ket foto: Wakil Ketua III DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari.
Publiknews.co Samarinda – Gangguan pasokan listrik yang berulang di Kota Samarinda turut berdampak pada kebutuhan dasar masyarakat, termasuk ketersediaan air bersih. Wakil Ketua III DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari, meminta persoalan tersebut segera dievaluasi karena menambah beban warga di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok.
Celni mengungkapkan, dampak pemadaman listrik tidak hanya dirasakan masyarakat secara umum, tetapi juga memengaruhi kebutuhan rumah tangga. Ia bahkan menyebut genset di kediaman pribadinya mengalami kerusakan di tengah gangguan pasokan listrik yang terjadi berulang kali.
“Bahkan rumah saya pribadi pun gensetnya akhirnya ikut rusak,” ungkap Celni pada Jumat (23/10/2026)
Menurutnya, kondisi tersebut semakin menyulitkan masyarakat ketika gangguan listrik turut memengaruhi ketersediaan air bersih. Kebutuhan yang seharusnya dapat dipenuhi setiap hari justru menjadi persoalan tambahan bagi warga yang terdampak.
Ia menilai, masyarakat Samarinda selama ini telah menghadapi berbagai tekanan ekonomi tanpa banyak menyampaikan keluhan. Namun, ketika harga barang meningkat dan layanan dasar seperti listrik serta air bersih mengalami gangguan, beban yang ditanggung warga menjadi semakin berat.
“Barang mahal, PLN suka mati, kemudian air juga enggak ada,” keluhnya.
Celni juga menyoroti dampak kondisi tersebut terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, kestabilan pasokan listrik dan ketersediaan air bersih sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas usaha. Gangguan yang berlangsung berulang berpotensi menghambat kegiatan operasional dan menambah pengeluaran pelaku usaha.
“Warga Kalimantan Timur, khususnya Kota Samarinda, tidak pernah mengeluh selama ini,” sebutnya.
Di tengah kondisi tersebut, bantuan kepada warga terdampak telah dilakukan melalui pembagian masker dan distribusi air bersih ke sejumlah wilayah. Penyaluran air difokuskan pada kawasan yang membutuhkan, termasuk wilayah Samarinda Utara dan Palaran.
Langkah itu diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga untuk sementara waktu. Meski demikian, Celni menilai bantuan langsung perlu diikuti penyelesaian persoalan mendasar agar masyarakat tidak terus bergantung pada penanganan darurat.
“Kita juga bagi-bagi air di daerah-daerah tertentu,” katanya.
Untuk menindaklanjuti keluhan tersebut, Celni memastikan DPRD Kota Samarinda akan berkoordinasi dengan komisi terkait guna membahas gangguan layanan listrik dan air bersih. Salah satu langkah yang direncanakan ialah menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan pihak PLN dan perusahaan daerah air minum (PDAM).
Melalui forum tersebut, DPRD ingin meminta penjelasan mengenai kendala yang terjadi sekaligus mendorong evaluasi terhadap pelayanan kepada masyarakat. Pembahasan diharapkan dapat menghasilkan langkah perbaikan agar gangguan serupa tidak terus berulang.
“Rencananya kita akan melakukan pemanggilan, baik itu PDAM maupun PLN,” tegasnya.
Celni berharap koordinasi antara DPRD dan penyedia layanan dapat mempercepat penanganan gangguan listrik serta pasokan air bersih. Dengan demikian, kebutuhan dasar masyarakat dan aktivitas ekonomi warga Samarinda dapat kembali berjalan lebih baik.(adv/dprdsamarinda)





Users Today : 312
Total Users : 526662
Views Today : 420
Total views : 1646160
Who's Online : 3