Foto : Kabid Pembinaan PAUD dan PNF, Pujianto.
PublikNews.Co, Kukar – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) semakin mengoptimalkan peran program Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) sebagai solusi strategis untuk menurunkan angka putus sekolah di daerah tersebut.
Hal ini katakan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non Formal (PNF), Disdikbud Kukar, Pujianto, dalam pembahasan terkait tantangan pendidikan non formal di Kukar.
Menurut Pujianto, salah satu kendala terbesar yang dihadapi adalah luasnya wilayah Kukar dan distribusi penduduk yang tidak merata, yang menyulitkan pemerataan pendidikan.
“Kami menyadari bahwa wilayah kita sangat luas dengan penduduk yang tersebar, serta angka putus sekolah yang masih tinggi,” katanya pada Jumat (25/4/2025).
Ia menjelaskan, meski Satuan Kredit Pendidikan (SKP) yang digerakkan oleh masyarakat dapat membantu, namun ketersediaan layanan pendidikan non formal terbatas oleh inisiatif komunitas.
“SKP bergantung pada partisipasi masyarakat, yang tentu saja tidak bisa dijadikan andalan penuh. Di sinilah peran SKB sebagai lembaga yang dikelola langsung oleh pemerintah daerah menjadi sangat vital,” ujarnya.
Dengan dukungan pemerintah daerah, SKB menyediakan layanan pendidikan yang lebih optimal, meliputi anggaran, tenaga pengajar, dan kurikulum yang lebih terstruktur.
Peningkatan jumlah peserta didik yang terdaftar di program Paket A dan B di SKB selama dua tahun terakhir menjadi bukti suksesnya pendekatan ini.
“Pada tahun 2022-2023, jumlah peserta hanya sekitar 3.000 orang, sekarang telah meningkat menjadi sekitar 1.500 peserta aktif. Ini menunjukkan hasil positif,” jelas Pujianto.
Selain program pendidikan kesetaraan, SKB dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) juga menyelenggarakan pelatihan keterampilan, seperti menjahit, tata boga, hingga teknologi informasi. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian peserta didik dan memperbaiki kualitas hidup mereka.
Yang lebih menggembirakan, seluruh layanan pendidikan di SKB disediakan secara gratis. Dukungan dari Bupati Kukar yang sangat peduli terhadap pengentasan kemiskinan turut menjadi faktor utama dalam kelancaran program ini.
“Kami merasa sangat terbantu karena Bupati Kukar sangat mendukung pengentasan kemiskinan, dan pendidikan menjadi indikator penting dalam usaha tersebut,” ujar Pujianto.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Disdikbud Kukar berharap SKB terus berkembang dan dapat menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang berbasis pendidikan. Tak hanya membantu anak-anak putus sekolah, tetapi juga warga dewasa yang ingin memperbaiki kualitas hidup melalui pendidikan.
“Selama ada semangat untuk belajar dan wadah yang mendukung seperti SKB, tidak ada kata terlambat untuk kembali ke pendidikan,” tutup Pujianto. (Adv)







Users Today : 895
Total Users : 391577
Views Today : 1229
Total views : 1411961
Who's Online : 12