PUBLIKNEWS. CO -SAMARINDA– Banjir di Kota Samarinda sudah bukan hal baru bagi masyarakat hingga saat ini. Dengan adanya banjir itu seharusnya sudah menjadi tugas dan tanggungjawab dari Dinas Bina Marga dan Pengairan Kota Samarinda sebagai eksekutor pemerintah dibidang PU.
Maka dari itu Komisi IV DPRD Kaltim, Jawad Sirajuddin menuntut agar Dinas Bina Marga dan Pengairan Kota Samarinda agar lebih tanggap dalam mengurusi luapan air di Kota Samarinda.
“Pemerintah seharusnya lebih tanggap melindungi dan melayani kepentingan masyarakat dalam rangka pelaksanaan pembangunan daerah seutuhnya, memerhatikan kondisi sarana pengendalian banjir, saluran drainase, gorong-gorong terutama dengan datangnya musim penghujan menjadi isu strategis karena hampir seluruhnya dalam Kota Samarinda terdapat titik-titik genangan air yang dapat menimbulkan terjadinya bencana banjir,”
Kemudian Jawad mengatakan, memang menanggulangi permasalahan banjir di Kota Samarinda tidak mudah dikarenakan Kota Samarinda termasuk daerah yang berkembang pesat dan berdampak kepada bangunan saluran air yang ada.
“Misalnya ada pembangunan perumahan baru, itu biasanya tidak melihat dari sisi lingkungan, banjir ini kan bahasa umum, tapi yang paling mendasar itu genangan, contoh misalnya disimpang empat jalan lembuswana-dr.sutomo nah disitu bukan banjir, itu genangan sebenarnya disitu,” ucapnya.
Maka dari itu Ia menambahkan ini akan menjadi bahan evaluasi kepada dinas terkait agar program-program drainase besar bisa terlaksana secapatnya.
“Harapannya, termasuk pompa airnya siap diakhir tahun ini, dan juga tahun 2023 mendatang sudah tidak melihat lagi kita genangan air,” harapnya.
Penulis : Rid







Users Today : 399
Total Users : 431020
Views Today : 544
Total views : 1484416
Who's Online : 4