• Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
PublikNews.co
  • Politik
    • DPRD KALTIM
    • DPRD SAMARINDA
    • KPU Samarinda
    • KPU Kaltim
  • Pendidikan
  • Kaltim
    • Samarinda
    • Dispora Kaltim
    • Disdik Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
  • Kaltara
  • Ragam
    • Olah Raga
    • Nasional
  • Advetorial
  • Nasional
No Result
View All Result
  • Politik
    • DPRD KALTIM
    • DPRD SAMARINDA
    • KPU Samarinda
    • KPU Kaltim
  • Pendidikan
  • Kaltim
    • Samarinda
    • Dispora Kaltim
    • Disdik Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
  • Kaltara
  • Ragam
    • Olah Raga
    • Nasional
  • Advetorial
  • Nasional
No Result
View All Result
PublikNews.co
No Result
View All Result
Home DPRD SAMARINDA

Anggota DPRD Minta Relokasi PKL dan RTH Tepian Mahakam Lebih Diperhatikan

Redaksi by Redaksi
November 17, 2021
in DPRD SAMARINDA
0 0
0
Anggota DPRD Minta Relokasi PKL dan RTH Tepian Mahakam Lebih Diperhatikan
Bagikan

Samarinda, Publik News – Bergulir rencana Pemkot Samarinda untuk mengembalikan fungsi kawasan Tepian Mahakam sebagai ruang terbuka hijau (RTH).

Dalam Perda No 2/2014 tentang Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) Samarinda 2014–2034 tercatat RTH haruslah mencakup 30 persen dari 717,4 kilo meter persegi luas Samarinda.

Untuk diketahui sebaran RTH di Kota Tepian masih minim. Wakil wali Kota Samarinda, Rusmadi menyatakan memastikan Tepian Mahakam sebagai kawasan RTH apakah berfungsi atau tidak.

“Tepian dan Sungai Mahakam telah menjadi ikon bagi Samarinda yang perlu diperhatikan,” ujar Rusmadi, Selasa lalu.

Rusmadi menuturkan, dalam berbagai kesempatan dirinya mengutip apa yang disampaikan Andrinof Achir Chaniago, seorang pengamat kebijakan publik Universitas Indonesia sekaligus mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional.

“Dia (Andrinof Achir Chaniago) mengatakan bahwa kota Samarinda adalah Shanghai masa depan. Karena kotanya sama dengan Shanghai, dibelah dengan sungai. Dulu sungainya Shanghai lebih kotor dengan Samarinda, tapi sekarang sudah menjadi sesuatu,” imbuh Rusmadi lagi.

Rusmadi menyatakan ingin Sungai Mahakam dan kawasan Tepian ini menjadi sesuatu juga. Rusmadi menyebut, faktanya, siapa saja yang datang ke Samarinda pasti ke Tepian.

Menurutnya, agar kawasan Tepian ini kembali fungsinya menjadi RTH kemudian Sungai Mahakam tetap menjadi ikon Samarinda, maka harus benar-benar dijaga. Mau tidak mau nanti Pemkot akan mengembalikan fungsinya menjadi RTH.

Diceritakannya, kawasan Tepian ini sebelumnya dibangun dengan dana Corporate Social Responsibility (CSR) melalui gagasan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak kala itu. Hanya saja dalam pelaksanaanya tidak dijaga hingga kini banyak fasilitas yang rusak dan tak terurus.

“Saya masih ingat waktu itu dibangun sekira tahun 2014 – 2015,” kata mantan Sekretaris Pemprov Kaltim itu.

Tetapi Rusmadi tak menampik, bahwa untuk mengembalikan kawasan Tepian Mahakam menjadi RTH pada 2021 ini juga perlu pertimbangan berbagai aspek. Salah satunya adalah aspek ekonomi. Untuk diketahui ada tercatat 130 pedagang yang berjualan di depan Kantor Gubernur Kaltim itu saat malam hari.

Ikatan Pedagang Tepian Mahakam (IPTM) pernah melayangkan surat terbuka kepada Pemkot Samarinda dan Pemprov Kaltim untuk membuka kembali kawasan Tepian Mahakam bagi pedagang.

Hal tersebut karena himpitan ekonomi yang dialami pedagang sebab tidak beroperasi mengikuti Instruksi Ketua Satgas Covid – 19 Kota Samarinda.

Rusmadi menyatakan, terkait kehadiran PKL di kawasan RTH nantinya masih dalam kajian Pemkot Samarinda. “Itu yang sedang kami diskusikan. Yang penting fungsi Tepian sebagai RTH dengan taman ini harus kita kembalikan,” sebutnya.

Disinggung peraturan daerah yang menegaskan bahwasannya PKL tak dapat berjualan di kawasan Tepian, Rusmadi menjelaskan hal itu mengacu pada peraturan daerah.

“Yang jelas pembinaan dan penanganan PKL ada pada Perda nomor 12 tahun 2011. Jadi yang namanya ruang publik itu tidak boleh untuk PKL. Kecuali, seizin pemerintah kota,” tegasnya.

Saat ini, data terkait PKL dikatakan Rusmadi telah dipegang pihaknya. Pada saatnya akan disampaikan apa yang terbaik untuk penataan Tepian ini. Menurutnya, yang jelas fungsi RTH bantaran sungai ini harus dijaga. Tetapi juga pemerintah tidak menutup kemungkinan terkait manfaat ekonomi dari kawasan ini. Terpenting tidak merusak lingkungan.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, Nurrahmani menjelaskan, status PKL di kawasan Tepian Mahakam yang akan dikembalikan fungsinya menjadi RTH masih dalam kajian yang tidak hanya dilakukan DLH sendiri. Namun perlu dibicarakan juga dengan OPD lain seperti Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi, dan dinas terkait lainnya.

“Karena perlu juga dibawa konsep seperti apa PKL yang akan berdiri. Baru dapat diketahui seberapa jumlah yang cocok. Tapi itu kalau memang benar kedepannya ada PKL yang diperkenankan untuk berjualan,” ungkap Nurrahmani yang karib disapa Yama.

Menurut Yama, jika kebijakan yang dikeluarkan nanti membolehkan PKL berjualan, maka akan dihitung berapa jumlah yang presentatif dengan konsep yang akan ditawarkan oleh OPD terkait. Misalnya, jenis UMKM yang akan berjualan apa saja dan bentuknya seperti apa.

“Luasan kawasan hijau baru bisa ketahuan setelah jumlah yang di perbolehkan. Tapi sekali lagi itupun hasil kajian bersama,” tegas Yama.

Terpisah, Ketua IPTM Hans Meiranda Ruauw menegaskan, pihaknya yakni kumpulan pedagang akan bersepakat jika pemerintah memberikan ruang baru bagi mereka. Namun, wadah baru yang akan diberikan pemerintah itu cukup mampu menjamin pendapatan pedagang.

Hans sapaannya menjelaskan, terkait masalah dipindah atau direlokasinya pedagang hal itu kerap kaitannya dengan kesepakatan seluruh pedagang untuk menyetujui hal tersebut.

“Karena apabila direlokasi, tentunya kita berharap tempat yang baru ini punya potensi bisa menghasilkan pendapatan. Tapi kalau misalnya hanya direlokasi tanpa dipertimbangkan nilai strategis tempatnya, itu juga akan mempengaruhi pendapatan kita. Kami pedagang menerima opsi-opsi yang diberikan pemerintah. Namun soal kelayakan juga perlu dipertimbangkan,” tegasnya.

Hans tak menampik tempat yang mejadi lahan usaha pihaknya itu merupakan bagian zona hijau. Dirinya kemudian membandingkan dengan Mahakam Lampion Garden (MLG) yang seharusnya bisa dikelola dengan baik.

“Harusnya kami yang seratus orang ini dan merupakan masyarakat juga diberikan kesempatan untuk mengelola,” tutur Hans.

Secara terpisah, Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Angkasa Jaya menyatakan setuju dengan langkah Pemkot untuk menambah lahan RTH khususnya di kawasan Tepian Mahakam. Menurutnya, meski kawasan dalam RTH, bukan berarti daerah tersebut tak bisa didatangi pengunjung ataupun adanya pedagang.

“Statusnya ruang terbuka hijau. Hanya tinggal menata saja. Contohnya, kawasan wisata kuliner dalam bentuk ruang terbuka hijau,” kaya Angkasa Jaya.

Dia berharap agar secepatnya ada solusi terkait status pedagang di kawasan Tepian Mahakam. Apalagi, menurut Angkasa saat ini masih dalam masa pandemi Covid 19. *

Penulis: Anisa

Post Views: 460
Previous Post

Resah dengan banjir, warga Sidodamai minta perbaikan drainase jalan ke DPRD Samarinda

Next Post

Prostitusi Online Marak Di Samarinda, DPRD akan Buatkan Perda 

Redaksi

Redaksi

Next Post
Prostitusi Online Marak Di Samarinda, DPRD akan Buatkan Perda 

Prostitusi Online Marak Di Samarinda, DPRD akan Buatkan Perda 

Sosial Media

Statistik Pengunjung

519889
Users Today : 585
Total Users : 487780
Views Today : 814
Total views : 1577274
Who's Online : 5
Your IP Address : 216.73.216.232
Server Time : 2026-08-28
PublikNews.co

Navigate Site

  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi

PT. PUTRA BORERO INDAH BERJAYA

No Result
View All Result
  • Politik
    • DPRD KALTIM
    • DPRD SAMARINDA
    • KPU Samarinda
    • KPU Kaltim
  • Pendidikan
  • Kaltim
    • Samarinda
    • Dispora Kaltim
    • Disdik Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
  • Kaltara
  • Ragam
    • Olah Raga
    • Nasional
  • Advetorial
  • Nasional

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In