Ket. Foto: Wisata Alam Goa Tapak Raja di Wonosari, Penajam Paser Utara (Foto: Ist)
Publiknews.Co, Samarinda – Desa Wonosari di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, kini bertransformasi menjadi kawasan wisata alam terpadu dengan Goa Tapak Raja sebagai ikon utamanya.
Pemerintah desa mengembangkan destinasi ini untuk menghadirkan pengalaman wisata yang memadukan keindahan alam dengan sejarah lokal.
Kawasan ini menawarkan beragam wahana alam, termasuk Danau Tapak Raja yang terletak di bagian utara desa. Pengunjung dapat menikmati perjalanan dengan perahu karet di danau tersebut, yang telah dilengkapi fasilitas dan pengamanan memadai melalui joki terlatih.
Selain menikmati wisata danau, para pengunjung juga disuguhkan pengalaman menjelajahi Goa Tapak Raja, yang dulu dikenal sebagai Liang Priut dan diyakini memiliki nilai sejarah sebagai tempat bertapa tokoh masyarakat pada masa kerajaan. Bagi masyarakat setempat, goa ini memiliki nuansa mistis yang menambah daya tariknya.
Untuk kemudahan akses, pihak desa telah membangun tangga menuju goa, memungkinkan pengunjung menikmati pemandangan hutan Kalimantan dari ketinggian.
Selain goa dan danau, Desa Wonosari menyediakan berbagai fasilitas lain, seperti flying fox, jalur jogging yang melintasi hutan dengan vegetasi khas Kalimantan, area berkemah, dan Pemandian Tapak Raja yang telah direhabilitasi dari bekas lahan tambang.
Dalam upaya pelestarian lingkungan, desa ini menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui program pemulihan lahan berbasis masyarakat.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi model bagi desa lain dalam melestarikan alam sekaligus mengembangkan sektor wisata.
Meski masih dalam proses pengembangan, kawasan wisata Goa Tapak Raja telah menarik minat pengunjung. Berbagai fasilitas tambahan seperti kafe dan pujasera sedang dibangun untuk mendukung aktivitas wisata dan memajukan UMKM lokal.
Pemerintah desa optimis bahwa dengan dukungan dari berbagai pihak, kawasan ini dapat berkembang menjadi destinasi wisata unggulan di Kalimantan Timur.
Di tengah proses pengembangan kawasan, upaya pemulihan lingkungan tetap menjadi prioritas, dengan memanfaatkan bekas tambang di sekitar desa sebagai wahana wisata air dan ruang rekreasi.
Melalui pendekatan ini, pemerintah desa berkomitmen untuk mengubah lahan bekas tambang menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat, dengan tujuan mengatasi dampak lingkungan masa lalu dan memanfaatkannya untuk kesejahteraan warga.
Penulis : Retno ADV Dispar Kaltim







Users Today : 526
Total Users : 441126
Views Today : 1199
Total views : 1501225
Who's Online : 5