Publiknews.Co, Samarinda – Kalimantan Timur (Kaltim) masuk dalam lima besar provinsi dengan potensi kerawanan tinggi pada Pemilu 2024 berdasarkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) yang dirilis oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI. Meski demikian, keyakinan akan pelaksanaan pemilu yang aman tetap disuarakan oleh berbagai pihak, termasuk Anggota DPRD Kaltim, Sigit Wibowo.
Dalam kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Kedua di Hotel Harris Samarinda, Rabu (20/11/2024), Sigit menilai tingginya kerawanan ini berakar dari dinamika persaingan yang hanya melibatkan dua pasangan calon dalam Pilkada Kaltim.
“Persaingan yang lebih intens karena minimnya kandidat seringkali menciptakan tensi politik yang lebih tinggi,” jelasnya.
Selain faktor politik, keragaman penduduk Kaltim yang melibatkan berbagai suku dan budaya menjadi salah satu indikator dalam penilaian IKP.
“Kaltim sangat heterogen, tapi keragaman ini sudah lama menjadi kekuatan kita. Harmoni tetap terjaga hingga kini,” tambah politisi Partai Amanat Nasional tersebut.
Meski mendapat peringkat rawan, Sigit optimis Pilkada Kaltim 2024 akan berlangsung damai. Ia menekankan pentingnya kerja sama semua pihak dalam menciptakan pemilu yang kondusif.
“Keamanan Pilkada adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya penyelenggara dan aparat keamanan,” tegasnya.
Acara yang juga dihadiri oleh Anggota Komisi II DPR RI, Edi Oloan Pasaribu, ini menggarisbawahi pentingnya meningkatkan partisipasi pemilih. Saat ini, tingkat partisipasi masyarakat Kaltim masih rendah, dan target sebesar 77,5 persen diharapkan tercapai pada 27 November mendatang.
“Semua elemen harus bersinergi demi Pemilu 2024 yang damai, tertib, dan demokratis. Ini adalah momentum bagi kita untuk menunjukkan bahwa Kaltim mampu menjadi contoh pelaksanaan pemilu yang sukses,” pungkas Sigit.
Reporter: Retno | Editor: Ahmadi








Users Today : 1263
Total Users : 428784
Views Today : 1729
Total views : 1481008
Who's Online : 3