ket. Foto: Ist
Publiknews.co Samarinda – Gunung Lonceng, yang terletak di Jalan Dwikora, Mangkupalas, Samarinda Seberang, Kalimantan Timur, menjadi salah satu destinasi wisata unggulan yang menawarkan panorama indah dan nilai sejarah yang menarik.
Dengan luas sekitar 4,5 hektare, tempat ini tak hanya memberikan pengalaman visual yang memukau tetapi juga membawa pengunjung mengenal jejak masa lalu yang sarat cerita perjuangan.
Gunung ini dulu berfungsi sebagai pos pemantauan para pejuang pribumi.
Sebuah lonceng besar pernah ditempatkan di puncaknya untuk memperingatkan kedatangan kapal-kapal musuh di Sungai Mahakam.
Kini, kawasan ini telah disulap menjadi lokasi wisata yang menyuguhkan berbagai wahana menarik seperti perahu raksasa, ayunan, sarang burung besar, dan spot berbentuk hati yang sempurna untuk berswafoto.
Wisata Gunung Lonceng, yang mulai dibuka untuk umum pada Februari 2020, dikembangkan oleh Said Gazali Bahasyim dan Sahjudin.
Awalnya, area ini adalah lahan pertanian yang kemudian dialihfungsikan menjadi destinasi wisata setelah masyarakat setempat tertarik dengan keindahan matahari terbit dan terbenam dari puncaknya. Tempat ini menjadi populer terutama di akhir pekan, dengan kunjungan mencapai hingga 1.500 orang.
Akses menuju Gunung Lonceng cukup mudah, meskipun kondisi jalan memerlukan kehati-hatian. Tiket masuknya terjangkau, hanya Rp5.000 per orang, dan tempat ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 23.00 WITA. Para pengelola juga terus berupaya meningkatkan fasilitas demi kenyamanan pengunjung.
Dengan dukungan Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Gunung Lonceng tidak hanya menjadi magnet wisata lokal tetapi juga menjadi contoh bagaimana nilai sejarah dan keindahan alam dapat dikemas untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.
Tempat ini patut dikunjungi oleh siapa saja yang ingin menikmati keindahan Samarinda dari ketinggian sambil meresapi jejak sejarahnya.
Penulis Ainunnisa







Users Today : 296
Total Users : 441470
Views Today : 610
Total views : 1501922
Who's Online : 3