Ket. Foto: Ist
Publiknews.Co, Samarinda — Hutan Lindung Wehea, terletak di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, adalah salah satu kawasan hutan tropis yang kaya akan keanekaragaman hayati dan memiliki nilai konservasi tinggi.
Dengan luas mencapai lebih dari 38.000 hektare, kawasan ini menjadi rumah bagi berbagai spesies flora dan fauna, termasuk yang tergolong langka seperti orang utan Kalimantan, macan dahan, lutung merah, dan burung enggang. Hutan ini juga menjadi bagian dari bentang alam Wehea-Kelay yang lebih luas, yang meliputi Kabupaten Kutai Timur dan Berau, mencakup lebih dari 532.000 hektare area hutan.
Ekosistem di Wehea menawarkan pemandangan alam yang spektakuler, dari hutan dataran rendah hingga hutan pegunungan dengan ketinggian 250 hingga 1.750 meter di atas permukaan laut. Selain itu, hutan ini juga memiliki fungsi hidrologis penting sebagai daerah aliran sungai (DAS) untuk Sungai Wehea dan Long Gi.
Flora di kawasan ini sangat beragam, dengan lebih dari 346 spesies tumbuhan yang telah teridentifikasi, termasuk banyak yang menjadi pakan bagi spesies endemik seperti orang utan.
Hutan Wehea juga dikenal berkat komitmen masyarakat adat Dayak Wehea yang memainkan peran sentral dalam menjaga kelestariannya. Melalui pendekatan berbasis kearifan lokal, mereka aktif melindungi hutan dengan mendirikan lembaga adat dan melibatkan generasi muda dalam upaya konservasi. Keberhasilan mereka bahkan diakui dengan penghargaan Kalpataru pada 2009.
Sebagai destinasi ekowisata, Wehea menawarkan pengalaman unik bagi wisatawan yang ingin menjelajahi alam liar sembari berkontribusi pada konservasi.
Pengunjung dapat menikmati trekking, pengamatan satwa liar, hingga berinteraksi dengan masyarakat adat untuk memahami budaya mereka yang kaya akan nilai-nilai pelestarian alam.
Dinas Pariwisata Kalimantan Timur mendukung pengembangan kawasan ini sebagai destinasi wisata berkelanjutan. Langkah-langkah seperti promosi kawasan ekowisata, peningkatan aksesibilitas, dan kolaborasi dengan berbagai pihak dilakukan untuk memastikan bahwa potensi wisata Hutan Wehea dapat dimanfaatkan tanpa mengorbankan kelestarian alamnya.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, hutan ini diharapkan menjadi contoh sukses pengelolaan hutan berbasis masyarakat yang dapat meningkatkan kesejahteraan lokal sekaligus menjaga kekayaan alam bagi generasi mendatang.
Penulis: Retno | Editor: Ahmadi








Users Today : 1099
Total Users : 406912
Views Today : 2547
Total views : 1438622
Who's Online : 8