Publiknews.co Samarinda – Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Viktor Yuan, mengajak masyarakat dan pemerintah kota untuk bersatu dalam mengatasi permasalahan banjir yang kerap melanda daerah tersebut.
Salah satu langkah efektif dalam mengurangi dampak banjir adalah dengan menerapkan sistem biopori di lingkungan tempat tinggal.
Viktor menekankan bahwa jika setiap rumah memiliki lubang biopori, maka dapat membantu mengurangi risiko banjir hingga 30 persen.
“Jika masyarakat memahami pentingnya biopori dan menerapkannya di rumah masing-masing, maka hal ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam mengurangi genangan air,” ujarnya pada Kamis (20/2/2025).
Lebih lanjut, Viktor menjelaskan bahwa pemanfaatan ruang privat untuk biopori tidak hanya membantu dalam penyerapan air hujan, tetapi juga dapat digunakan sebagai media pengolahan kompos alami.
Saat ini, ia tengah mengusulkan program tersebut kepada Wali Kota dan dinas terkait di Samarinda.
Namun, menurutnya, langkah yang lebih optimal dalam pengendalian banjir adalah pembangunan danau atau kolam retensi, yang dikenal sebagai polder.
“Pembangunan Polder di Pampang, Bengkuring, dan beberapa kecamatan lain telah dikerjakan oleh Pemkot Samarinda. Sekarang yang perlu dilakukan adalah menyelesaikan dan melanjutkan pembangunan polder di lokasi lain yang masih membutuhkan,” jelasnya.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Viktor menegaskan bahwa pemerintah kota harus tetap melanjutkan program pengendalian banjir yang bersifat inklusif.
Salah satu upaya yang sedang berlangsung adalah proyek pembangunan tanggul di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Karang Mumus (SKM).
“Pembebasan lahan untuk proyek ini harus disertai solusi bagi warga terdampak. Masyarakat tidak boleh sekadar digusur, tetapi harus diberikan lahan pengganti sebagai tempat tinggal,” tegasnya.
Selain itu, Viktor juga mendorong penerapan sistem kanal dengan pompa air di anak sungai SKM agar aliran air dapat lebih cepat menuju Sungai Mahakam, sehingga risiko banjir di wilayah Samarinda Utara dapat diminimalisir.
Selain infrastruktur, Viktor menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya dalam memastikan saluran air tetap bebas dari sampah, terutama sampah plastik yang sering menyumbat drainase.
“Kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan sangatlah penting. Gotong-royong di tingkat Rukun Tetangga (RT) perlu digalakkan agar saluran air tetap bersih dan berfungsi dengan baik,” pungkasnya.
Penulis Ainun Editor Redaksi PN







Users Today : 106
Total Users : 507231
Views Today : 129
Total views : 1613239
Who's Online : 1