Foto : Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni.
PublikNews.Co, Kukar – Peran pemuda Kutai Kartanegara (Kukar) kini diarahkan untuk menjadi penggerak utama dalam sektor pertanian modern dan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Hal ini menjadi bagian dari transformasi strategi pemberdayaan pemuda yang diusung oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menuturkan bahwa pemuda perlu diberi akses terhadap sektor-sektor strategis yang selama ini jarang dilirik generasi muda, seperti pertanian, pengolahan hasil bumi, dan pemasaran produk lokal.
Menurutnya, pendekatan baru ini dirancang agar pemuda tidak hanya aktif secara organisasi, tapi juga menjadi pelaku pembangunan yang sesungguhnya.
“Kami ingin membangun cara pandang baru bahwa pertanian bukan profesi lama yang ketinggalan zaman. Justru saat ini, menjadi petani yang paham teknologi dan manajemen itu adalah pilihan modern dan sangat menjanjikan,” ujar Ali, pada Senin (21/4/2025).
Langkah ini sudah mulai dijalankan melalui kolaborasi lintas sektor, salah satunya lewat pemanfaatan lahan pelatihan petani milenial di Loa Kulu.
Maka dari itu Dispora akan melakukan pelatihan berbasis praktik langsung, agar pemuda bisa terlibat dari proses hulu hingga hilir pertanian.
Ali menyebutkan bahwa banyak potensi lokal di Kukar yang belum tergarap maksimal. Karena itu, ia mendorong pemuda untuk turut serta dalam proses pengolahan hasil pertanian, pengemasan, hingga pemasarannya agar memiliki nilai tambah tinggi.
“Kami ingin produk lokal Kukar tidak hanya mentah dijual keluar, tapi dikelola oleh pemuda agar lebih berdaya saing. Di sinilah peran KNPI dan DPK-nya sangat penting,” katanya.
Melalui forum-forum seperti Sekam Sharing, pihak Dispora juga aktif dalam mengumpulkan gagasan langsung dari pemuda di kecamatan. Forum ini tidak hanya menjadi wadah aspirasi, tapi juga sebagai ajang identifikasi peluang-peluang konkret yang bisa ditindaklanjuti dalam bentuk program.
Ali pun menyatakan bahwa pemuda yang saat ini belum bekerja akan menjadi prioritas pembinaan. Ia berharap DPK KNPI di setiap wilayah mampu mengenali potensi dan kebutuhan anggotanya agar bisa difasilitasi dalam program peningkatan keterampilan dan kewirausahaan.
“Kami tidak mau pemuda hanya ramai saat kegiatan seremonial. Kami ingin mereka jadi pelaku ekonomi, pelaku pertanian, pelaku inovasi. Itu yang sedang kami bangun sekarang,” tutupnya. (Adv)








Users Today : 135
Total Users : 405948
Views Today : 316
Total views : 1436391
Who's Online : 6