Ket foto : Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis
Publiknews.co Samarinda – Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menegaskan bahwa arus investasi yang terus meningkat di Kalimantan Timur harus diimbangi dengan komitmen kuat terhadap pelestarian lingkungan.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengorbankan keberlanjutan ekosistem yang menjadi ciri khas dan kekuatan utama wilayah tersebut.
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menjelaskan bahwa Kalimantan Timur kini menjadi salah satu tujuan utama investor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, terutama pasca kunjungan beberapa delegasi kementerian dan pihak asing ke Samarinda dan sekitarnya dalam beberapa pekan terakhir.
“Kami mendukung sepenuhnya masuknya investasi ke Kaltim, namun harus dipastikan seluruh kegiatan tersebut ramah lingkungan dan sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Jangan sampai eksploitasi sumber daya alam dilakukan dengan mengabaikan kelestarian hutan dan fungsi ekologis daerah ini sebagai paru-paru dunia,” ujar Ananda.
Ia menambahkan bahwa potensi Kalimantan Timur tidak hanya terletak pada sektor pertambangan atau perkebunan.
Wilayah ini memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional di kawasan tengah dan timur Indonesia, termasuk melalui sektor pertanian dan energi terbarukan.
“Investor datang dari berbagai latar belakang, dan bahkan Menteri Pertanian pun telah turun langsung meninjau potensi agrikultur kita. Namun, pembangunan yang dilakukan harus sejalan dengan upaya menjaga cadangan karbon serta produksi oksigen yang sangat vital bagi keberlanjutan lingkungan,” jelasnya.
Ananda juga menyoroti pentingnya penerapan prinsip ekonomi hijau dan kewajiban melakukan analisis dampak lingkungan (AMDAL) sebelum proyek dimulai.
“Setiap kegiatan investasi harus memberi perhatian pada dampak sosial dan ekologis. Jangan sampai masyarakat dirugikan atau lingkungan rusak akibat keserakahan. Perlindungan terhadap masyarakat dan ekosistem adalah prinsip yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.
Ia mendorong pemerintah daerah untuk bersikap transparan dalam menjalin kemitraan dengan investor agar proyek yang dijalankan benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat luas.
“Kami akan memastikan bahwa setiap kerja sama tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi jangka pendek, tetapi juga mendukung kesejahteraan masyarakat dan menjaga identitas Kalimantan Timur sebagai kawasan penghasil oksigen dan penyangga iklim global,” pungkasnya.
Pernyataan Ananda ini merupakan tanggapan terhadap rencana pemerintah pusat yang menetapkan Kalimantan Timur sebagai salah satu pusat investasi strategis, terutama di bidang energi terbarukan, pertanian berkelanjutan, dan pengelolaan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan.
Penulis Nisnun Editor Redaksi PN






Users Today : 421
Total Users : 540066
Views Today : 524
Total views : 1668700
Who's Online : 7