Publiknews.co Samarinda — Pelestarian kebudayaan lokal tak cukup hanya bertumpu pada tradisi dan seremoni.
Di tengah gempuran era digital dan pergeseran nilai generasi muda, anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Fadly Imawan, menekankan perlunya pendekatan baru dalam menjaga dan menghidupkan budaya daerah.
Menurutnya, revitalisasi budaya harus menyesuaikan diri dengan dinamika zaman, terutama dengan melibatkan kalangan muda yang memiliki daya jangkau luas melalui platform digital.
Hal ini menjadi sorotan penting seiring meningkatnya perhatian nasional terhadap sektor kebudayaan di Kaltim.
“Kalau kita ingin budaya terus hidup dan relevan, maka anak muda harus diberi ruang untuk mengambil peran. Tapi caranya juga harus menyesuaikan selera dan kebiasaan mereka sekarang,”ujar Fadly, Minggu (15/6/2025).
Ia menilai, potensi budaya Kalimantan Timur sangat besar, namun belum sepenuhnya terdokumentasi dan dipromosikan secara optimal.
Terutama di tingkat nasional maupun internasional, banyak kekayaan budaya lokal yang belum mendapat panggung yang layak.
Oleh karena itu, Fadly mendorong agar pelestarian budaya tidak hanya terfokus pada pelaku lama, tetapi juga membuka ruang kolaborasi antara seniman tradisional dengan kreator muda.
“Budaya bukan sekadar peninggalan, tapi proses yang terus berkembang. Anak muda harus diajak jadi pelaku, bukan hanya penonton. Baik melalui seni digital, pertunjukan kontemporer, maupun konten kreatif di media sosial,”katanya.
Ia juga mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap kebudayaan daerah, namun mengingatkan agar dukungan tersebut tidak berhenti pada simbol dan seremoni.
Keberlanjutan program, dukungan infrastruktur, dan pendampingan teknis harus menjadi bagian integral dari strategi pelestarian.
“Keterlibatan pemerintah pusat memang penting, tapi yang lebih utama adalah keberlanjutan. Jangan hanya datang memberi panggung lalu hilang. Kita butuh kebijakan jangka panjang yang menyentuh akar persoalan,”jelasnya.
Fadly menekankan bahwa pelestarian budaya adalah upaya kolektif untuk membangun identitas daerah sekaligus memperkuat karakter bangsa.
Ia berharap masyarakat Kaltim, khususnya generasi muda, tidak sekadar menjadi pewaris budaya, melainkan juga inovator yang membawa nilai-nilai lokal ke ranah global.
Penulis Nisnun Editor Redaksi PN







Users Today : 512
Total Users : 441112
Views Today : 1130
Total views : 1501156
Who's Online : 7