Foto : Kepala Desa Jembayan Dalam, Rusmiadi.
PUBLIKNEWS, KUKAR – Akses jalan tani di Desa Jembayan Dalam, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), masih menjadi persoalan utama yang menghambat aktivitas pertanian warga. Meski jalan poros desa telah diperbaiki dan jembatan penghubung antar dusun disemen, para petani di wilayah pedalaman tetap menghadapi kendala besar untuk memasarkan hasil panen mereka.
Kondisi tersebut paling dirasakan warga di RT 4 dan RT 5 Dusun 1 Lembonang yang belum memiliki jalan tembus ke jalur utama desa. Akibatnya, hasil pertanian seperti sayur, buah, dan tanaman palawija harus diangkut lewat jalur tanah yang licin dan sulit dilalui, apalagi saat musim hujan.
Kepala Desa Jembayan Dalam, Rusmiadi, mengungkapkan bahwa jalan tani di wilayahnya masih dominan berupa tanah yang belum tersentuh pengerasan atau semenisasi. Padahal, jalur ini menjadi urat nadi bagi para petani dalam mengangkut hasil panen mereka ke pasar.
“Kalau hujan, kendaraan tidak bisa lewat. Petani rugi karena hasil panennya tertahan,” ujar Rusmiadi, Jumat (13/6/2025).
Ia menyebutkan, keterbatasan infrastruktur bukan hanya mengganggu sektor pertanian, tetapi juga berdampak pada pelayanan pendidikan dan kesehatan. Warga dari wilayah terpencil harus berjalan jauh untuk mencapai sekolah atau fasilitas kesehatan terdekat.
Meski usulan pembangunan jalan tani dan akses dusun sudah disampaikan ke berbagai jenjang pemerintahan, keterbatasan anggaran disebut menjadi faktor penghambat utama.
Pemerintah desa pun hanya mampu melakukan perawatan seadanya dengan sumber daya yang terbatas.
Rusmiadi menegaskan bahwa jalan tani bukan sekadar jalur logistik, tetapi bagian dari strategi ketahanan ekonomi desa. Tanpa akses memadai, ketergantungan petani terhadap tengkulak juga semakin tinggi, karena mereka tak punya pilihan selain menjual hasil panen di tempat.
“Jalan itu penentu harga. Kalau akses susah, petani tidak bisa menentukan nilai jual, malah dikendalikan tengkulak,” katanya.
Ia berharap adanya intervensi konkret dari pemerintah daerah maupun pusat dalam mempercepat pembangunan akses tani dan dusun terpencil. Menurutnya, desa dengan wilayah luas seperti Jembayan Dalam tidak bisa hanya mengandalkan anggaran desa.
Kebutuhan dasar seperti jalan penghubung antardusun dan jalur tani perlu dimasukkan dalam program prioritas pembangunan, agar pemerataan tidak sekadar menjadi slogan. Apalagi, desa-desa seperti Jembayan Dalam menyumbang produksi pangan lokal yang penting bagi Kukar.
“Kalau jalan dibuka, dampaknya bukan cuma ke desa kami, tapi ke ketahanan pangan Kukar juga,” pungkasnya. (Adv)







Users Today : 511
Total Users : 441111
Views Today : 1127
Total views : 1501153
Who's Online : 5