Publiknews.co Samarinda – Upaya penanggulangan stunting di Kalimantan Timur (Kaltim) tidak bisa hanya bergantung pada bantuan gizi.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti, menilai pendekatan yang menyeluruh dan kolaboratif sangat diperlukan, khususnya melalui edukasi kepada orang tua serta optimalisasi pelayanan kesehatan dasar.
Menurut Damayanti, stunting merupakan persoalan kompleks yang tidak hanya berkaitan dengan asupan makanan, tetapi juga menyangkut pengetahuan keluarga dalam mengasuh anak sejak dini.
“Permasalahan stunting tidak cukup diatasi hanya dengan pemberian gizi tambahan. Faktor pola asuh dan pemahaman orang tua terhadap tumbuh kembang anak menjadi aspek penting yang sering terabaikan,”ungkap Damayanti, Minggy (22/6/2025).
Meskipun angka stunting di Kaltim menunjukkan tren penurunan, ia mengingatkan bahwa tantangan utama saat ini terletak pada pemerataan layanan kesehatan di tingkat masyarakat, terutama melalui posyandu dan Puskesmas.
Ia mengimbau para orang tua untuk aktif memanfaatkan layanan posyandu guna memastikan pemantauan pertumbuhan anak dilakukan secara berkala dan berkelanjutan.
“Penting bagi orang tua untuk rutin membawa anak-anak ke posyandu. Di sana, bukan hanya pemantauan berat dan tinggi badan, tapi juga upaya deteksi dini jika ada gangguan tumbuh kembang,”kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.
Damayanti menambahkan bahwa DPRD Kaltim turut mendorong penguatan anggaran pada sektor kesehatan ibu dan anak agar program intervensi bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Ia menegaskan komitmen lembaganya dalam mengawal program pemerintah agar tepat sasaran dan berkelanjutan.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dan partisipasi masyarakat dalam mencapai target penurunan stunting nasional sebesar 14 persen pada tahun 2025.
“Penurunan stunting adalah pekerjaan kolektif. Pemerintah, legislatif, dan masyarakat harus saling berkoordinasi. Tanpa keterlibatan semua pihak, target nasional akan sulit tercapai,”ujarnya.
Sebagai penutup, Damayanti menyampaikan harapannya agar setiap anak di Kalimantan Timur dapat tumbuh sehat dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Ia percaya, dengan kolaborasi semua elemen dan didukung kebijakan yang pro-rakyat, Kaltim mampu mencetak generasi unggul di masa mendatang.
“DPRD Kaltim akan terus konsisten mengawal setiap kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat. Kesehatan anak adalah pondasi bagi masa depan daerah ini,”tutupnya.
Penulis Nisnun Editor Redaksi PN






Users Today : 344
Total Users : 435238
Views Today : 870
Total views : 1492214
Who's Online : 4