Publiknews.co Samarinda – Praktik menitip siswa dalam proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kalimantan Timur kembali menjadi perhatian publik.
Fenomena ini dinilai bukan hanya soal perilaku personal, tetapi menunjukkan adanya ketimpangan serius dalam sistem pendidikan.
Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Damayanti, menyampaikan bahwa persoalan tersebut mencerminkan realitas pendidikan yang belum merata dari segi kualitas antar sekolah.
Ia menilai masyarakat akhirnya mencari jalan lain agar anaknya dapat diterima di sekolah yang dianggap unggulan.
“Fenomena ini muncul karena ketidaksetaraan kualitas sekolah. Selama masih ada sekolah yang dianggap lebih baik dari yang lain, praktik seperti ini akan terus berulang,”jelas Damayanti pada Jumat (27/6/2025).
Menurutnya, ketimpangan baik dari segi mutu maupun daya tampung sekolah menimbulkan ketidakadilan yang pada akhirnya merugikan masyarakat umum.
“Masyarakat akan terus mencari celah untuk masuk ke sekolah favorit, karena tidak semua sekolah mampu memberikan kualitas pendidikan yang sama,”ujarnya lebih lanjut.
Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa itu juga menegaskan bahwa praktik tersebut mengganggu nilai-nilai keadilan dalam pendidikan.
Ia meminta agar pemerintah hadir secara aktif untuk menciptakan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh satuan pendidikan.
“Negara harus hadir memastikan semua sekolah memiliki standar pendidikan yang merata. Seluruh proses penerimaan siswa pun harus dijalankan secara terbuka dan adil,” tegasnya.
Damayanti pun mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penerimaan siswa baru agar praktik serupa tidak terus terulang.
Penulis Nisnun Editor Redaksi PN






Users Today : 279
Total Users : 434731
Views Today : 511
Total views : 1490885
Who's Online : 1