Publiknews.co Samarinda –
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur resmi mengumumkan jajaran direksi baru di beberapa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) usai melewati proses seleksi sepanjang pertengahan 2025.
Pengumuman tersebut menyusul tahapan pendaftaran, uji kelayakan, hingga presentasi kandidat yang rampung pada akhir Juni lalu.
Rekrutmen ini mencakup posisi strategis seperti direktur utama, direktur operasional, serta direktur keuangan dan SDM di lima BUMD, termasuk PT Migas Mandiri Pratama Kaltim dan PT Pertambangan Bara Kaltim Sejahtera.
Bahkan, jumlah formasi tahun ini ditambah guna memperkuat pengelolaan dan optimalisasi kinerja perusahaan daerah.
Menanggapi hasil seleksi tersebut, Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, menyatakan dukungan terhadap proses yang telah berlangsung.
Namun, ia menegaskan pentingnya agar direksi yang terpilih bukan hanya mengelola perusahaan secara administratif, tetapi mampu membawa terobosan dan dampak nyata bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kita membutuhkan pemimpin yang punya visi jauh ke depan, tidak hanya yang bermain aman, tapi juga memiliki jaringan luas dan mampu membuka peluang baru bagi BUMD,” ujar Ananda, Rabu (16/7/2025).
Ia menyoroti kecenderungan BUMD yang selama ini dinilai hanya berorientasi pada target-target konservatif.
Menurutnya, perusda harus mampu berpikir besar agar dapat menjadi pendorong utama pendapatan daerah.
“Jangan sampai targetnya hanya sebatas aman saja. Kita berharap ada gebrakan, bukan sekadar memenuhi target minimal,” tegasnya.
Ananda juga mengkritisi kecenderungan BUMD yang sering mengandalkan suntikan modal dari APBD akibat kinerja yang belum optimal.
“Setiap kali ada saja permintaan suntikan modal. Ini menunjukkan bahwa pengelolaan perusda masih perlu banyak perbaikan,” imbuhnya.
Dalam proses seleksi, Pemprov Kaltim telah menerapkan mekanisme ketat dengan melibatkan tim penilai independen.
Para calon direksi harus memenuhi syarat usia 35–55 tahun, berpendidikan minimal S1, memiliki pengalaman manajerial setidaknya lima tahun, dan bebas dari konflik kepentingan serta masalah hukum.
Dengan seleksi yang kini telah mencapai tahap akhir, para direksi terpilih dijadwalkan memaparkan rencana strategis mereka sebelum pelantikan resmi.
Ananda menegaskan, para pemimpin BUMD wajib menyusun visi dan misi berbasis target kinerja yang terukur, serta siap menandatangani perjanjian kinerja dengan DPRD.
Ia menambahkan, harus ada konsekuensi tegas jika target yang telah disepakati tidak tercapai.
“Mereka harus membawa misi yang terukur dan mampu meningkatkan pendapatan. Jika tidak, harus siap menerima evaluasi,” tandasnya.
Penulis Nisnun Editor Redaksi







Users Today : 347
Total Users : 514378
Views Today : 422
Total views : 1626558
Who's Online : 4