Publiknews.co Samarinda – Anggota DPRD Kalimantan Timur, Syarifatul Syadiah, kembali menegaskan pentingnya perhatian pemerintah terhadap Pulau Maratua, Kabupaten Berau, yang menurutnya masih menghadapi ketimpangan pembangunan, terutama di sektor infrastruktur dan lingkungan hidup.
Sebagai kawasan perbatasan sekaligus destinasi wisata nasional, Maratua dinilai layak mendapatkan perhatian lebih serius, baik dari pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi.
“Wilayah seperti Maratua seharusnya mendapatkan prioritas pembangunan. Sayangnya, sampai hari ini, persoalan infrastruktur dan lingkungan di sana masih jauh dari memadai,” ujar Syarifatul saat dikonfirmasi, Jumat (18/7/2025).
Salah satu persoalan yang menjadi sorotan utamanya adalah ancaman abrasi yang terus mengikis pesisir di beberapa kampung.
Ia menyebutkan, kendati abrasi di Teluk Harapan sering menjadi pembahasan, hasil kunjungan lapangan menunjukkan masalah serupa juga terjadi di Kampung Payung-Payung.
“Selama ini yang banyak dibicarakan soal abrasi di Teluk Harapan. Namun, setelah kami tinjau langsung, kondisi yang sama juga ditemukan di Payung-Payung. Ini harus menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan ke depan,” tegasnya.
Meski penanganan abrasi merupakan tanggung jawab pemerintah provinsi, Syarifatul mengingatkan agar Pemerintah Kabupaten Berau tidak lepas tangan.
Ia mendorong agar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau ikut mengintegrasikan persoalan ini dalam agenda prioritas pembangunan daerah.
Menurutnya, penanganan abrasi seharusnya tidak hanya terfokus di Teluk Harapan atau Bidukbiduk, tetapi juga menyasar seluruh kawasan pesisir Maratua yang terancam kerusakan lingkungan serupa.
Selain masalah abrasi, kondisi jalan di Teluk Harapan juga menjadi perhatian serius.
Ia menilai akses jalan yang ada saat ini sangat memprihatinkan dan menghambat potensi pengembangan wisata di kawasan tersebut.
“Bayangkan saja, jalan di Teluk Harapan hanya disemen sepanjang 10 meter, itu pun sudah lama sekali. Kondisinya tidak layak, kendaraan pun sulit masuk,” ungkapnya.
Padahal, menurut Syarifatul, kawasan tersebut memiliki potensi wisata yang besar, termasuk spot pemancingan yang berpotensi dikembangkan sebagai daya tarik wisatawan.
Dengan perbaikan infrastruktur, promosi pariwisata di Teluk Harapan diyakini akan jauh lebih optimal.
Ia berharap pembangunan di Maratua bisa dilakukan secara merata, tidak hanya terfokus di satu atau dua titik, mengingat posisinya yang strategis sebagai wilayah perbatasan.
“Pemerintah harus benar-benar serius. Jangan sampai daerah yang memiliki potensi besar malah tertinggal karena abai terhadap pembangunan dan penanganan lingkungan,” pungkasnya.
Penulis Nisnun Editor Redaksi







Users Today : 368
Total Users : 514399
Views Today : 455
Total views : 1626591
Who's Online : 1