Publiknews.co Samarinda – Anggota DPRD Kalimantan Timur, Syarifatul Sya’diah, mengingatkan perusahaan-perusahaan besar di Kutai Timur agar tidak hanya fokus pada eksploitasi hasil bumi, tetapi juga turut berperan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya sektor UMKM.
Dalam kunjungannya ke Sangatta, Jumat (18/7/2025), Syarifatul menekankan pentingnya kontribusi aktif perusahaan dalam memperkuat perekonomian lokal, terutama untuk menghadapi masa pascatambang.
“Sudah seharusnya perusahaan tidak hanya datang mengambil sumber daya alam, tetapi juga meninggalkan warisan positif bagi masyarakat sekitar,” tegasnya.
Menurut politisi dari Daerah Pemilihan Kutai Timur ini, hingga kini masih banyak pelaku UMKM yang berjuang sendiri tanpa dukungan yang memadai dari pihak perusahaan.
Padahal, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah terbukti mampu bertahan bahkan di tengah krisis besar seperti pandemi Covid-19.
“UMKM ini terbukti tangguh saat pandemi. Maka sudah selayaknya sektor ini didukung secara lebih serius,” ujarnya.
Syarifatul juga menyoroti pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang selama ini cenderung bersifat seremonial.
Ia mendesak agar CSR benar-benar diarahkan untuk kebutuhan nyata pelaku UMKM, mulai dari pelatihan keterampilan, akses permodalan, hingga perluasan pasar.
Ia mencontohkan produk lokal khas Kutai Timur seperti amplang batu bara yang memiliki potensi besar jika mendapat dukungan dalam aspek pengemasan, promosi, dan distribusi.
“Produk-produk lokal kita punya keunikan tersendiri. Jika diberikan dukungan dalam hal branding dan akses pemasaran, bukan tidak mungkin produk ini bisa bersaing di pasar nasional, bahkan ekspor,” paparnya.
Lebih lanjut, ia menilai perlunya kolaborasi nyata antara korporasi besar dengan pelaku UMKM dalam membangun fondasi ekonomi yang berkelanjutan, khususnya saat daerah mulai menghadapi era pascatambang.
Ia pun menegaskan, tanggung jawab sosial perusahaan tidak boleh berhenti di tataran simbolik, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk program yang memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat setempat.
“CSR bukan sebatas formalitas. Harus ada aksi nyata yang berdampak langsung, terutama dalam pengembangan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi lokal,” tandasnya.
Penulis Nisnun Editor Redaksi






Users Today : 5
Total Users : 466883
Views Today : 34
Total views : 1542779
Who's Online : 3