Foto: Kepala Bidang Pengembangan UKM DiskopUKM Kukar, Fathul Alamin
Publiknews.co, Kutai Kartanegara – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DiskopUKM) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan program strategis untuk memperkuat layanan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pada 2026, dinas ini menargetkan pembangunan klinik dan UMKM Center di enam kecamatan sebagai pusat pembinaan, promosi, dan pendampingan usaha secara terpadu.
Kepala Bidang Pengembangan UKM DiskopUKM Kukar, Fathul Alamin, menyebutkan usulan pembangunan tersebut telah disampaikan kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).
“Kami sudah mengajukan ke Bappeda agar fasilitasi anggarannya masuk di APBD 2026. Saat ini masih proses penyusunan rencana kerja,” ujarnya, Rabu (13/8/2025).
Fathul menjelaskan, rencana tersebut lahir dari hasil musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) dan sejalan dengan rencana strategis DiskopUKM.
“Targetnya ada enam klinik dan UMKM Center yang kami bangun, sesuai prioritas daerah,” katanya.
Enam kecamatan yang diusulkan meliputi Muara Kaman, Kota Bangun, Loa Janan, Anggana, Tenggarong, dan Samboja Barat. Menurut Fathul, seluruh usulan masih dalam proses penelaahan oleh Bappeda.
“Bisa jadi nanti disetujui seluruhnya atau hanya sebagian. Kami berharap semuanya lolos,” tambahnya.
Sementara tahun ini, DiskopUKM Kukar membangun dua pusat promosi UMKM di kawasan Puja Sera. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi etalase tetap bagi produk unggulan Kukar.
“Selama ini belum ada pusat promosi yang dikelola langsung oleh pemerintah daerah, jadi ini langkah awal,” ungkap Fathul.
Ia memaparkan, beberapa kecamatan sebenarnya telah memiliki gerai UMKM melalui pendanaan APBD, anggaran kecamatan, maupun kemitraan CSR. Di Loa Kulu, misalnya, ada program inovasi Camat bertajuk Lajui Merunduk yang menghadirkan gerai UMKM di kantor kecamatan.
“Program itu sudah membantu memasarkan produk warga,” jelasnya.
Contoh lainnya di Kecamatan Anggana yang membangun gerai UMKM dari anggaran kecamatan, serta di Desa Sungai Meriam yang mendapat fasilitas promosi berkat dana CSR perusahaan setempat.
“Inisiatif seperti ini perlu kita dorong terus agar UMKM punya tempat promosi yang layak,” ujarnya.
Di Kecamatan Muara Jawa, DiskopUKM bekerja sama dengan Pertamina membangun pusat UMKM. Namun, fasilitas itu belum berjalan optimal karena kekosongan kepengurusan.
“Kami segera melakukan penguatan organisasi supaya fasilitasnya aktif kembali,” ucap Fathul.
Kecamatan Muara Badak juga memiliki fasilitas serupa yang dibangun pemerintah daerah, tetapi kondisinya kini rusak berat.
“Kita akan evaluasi dan cari solusi perbaikan, karena sayang kalau aset ini terbengkalai. Kami juga ingin pelaku UMKM mendapat layanan lengkap, mulai dari konsultasi, pelatihan, sampai pemasaran,” jelasnya.
Fathul menegaskan, kehadiran klinik dan UMKM Center di enam kecamatan nantinya diharapkan mampu menghidupkan ekonomi lokal sekaligus memperluas jejaring pemasaran.
“Harapan kami, program ini tidak hanya menghidupkan ekonomi lokal, tapi juga membawa UMKM Kukar naik kelas dan bersaing di luar daerah,” pungkasnya. (Adv/Nr)








Users Today : 277
Total Users : 516903
Views Today : 399
Total views : 1630464
Who's Online : 4