Ket: Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji.
Publiknews.co Samarinda — Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menegaskan bahwa pemerataan akses pendidikan menjadi salah satu agenda strategis Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di daerah.
Fokus kebijakan tersebut mencakup penyediaan jenjang pendidikan menengah atas di setiap desa serta memastikan seluruh kabupaten/kota memiliki institusi pendidikan tinggi.
Seno Aji menilai bahwa pemerataan layanan pendidikan merupakan langkah mendasar agar generasi muda di seluruh pelosok daerah tidak kehilangan kesempatan belajar akibat keterbatasan wilayah.
Pemprov Kaltim berupaya menciptakan akses pendidikan yang setara, mulai dari tingkat SMA hingga perguruan tinggi.
Ia memaparkan bahwa tahap awal dari kebijakan pemerataan ini dilakukan melalui pemetaan kebutuhan sekolah menengah atas baik negeri maupun swasta hingga tingkat desa.
“Kami menargetkan agar setiap dari 1.038 desa dan kelurahan di Kalimantan Timur memiliki satu sekolah menengah atas yang menjadi bagian dari kewenangan pemerintah provinsi,” ungkapnya, Rabu (3/12/2025).
Setelah pemerataan SMA dituntaskan, langkah berikutnya adalah memastikan seluruh kabupaten/kota memiliki institusi pendidikan tinggi.
Keberadaan universitas, politeknik, sekolah tinggi, atau akademi di setiap daerah dinilai esensial untuk memberikan kesinambungan pendidikan bagi lulusan SMA.
Seno Aji menjelaskan bahwa jumlah perguruan tinggi nantinya akan disesuaikan dengan jumlah lulusan SMA di masing-masing wilayah.
Kabupaten/kota dengan jumlah lulusan lebih besar, seperti Kutai Kartanegara, Balikpapan, dan Samarinda, diperkirakan membutuhkan lebih banyak perguruan tinggi.
“Agar institusi pendidikan tinggi dapat berkembang dan memiliki akreditasi yang berkualitas, jumlahnya akan kami sesuaikan dengan kebutuhan setiap daerah,” ujarnya.
Ia meyakini bahwa langkah pemerataan ini akan memastikan seluruh lulusan SMA di Kaltim memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan daerahnya.
Selain meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah.
Meski demikian, Seno Aji tetap mendorong warga yang memiliki kemampuan lebih untuk menempuh pendidikan di luar daerah.
Menurutnya, pengalaman tersebut akan menjadi modal penting bagi masa depan Kalimantan Timur.
“Harapan kami, mereka yang menimba ilmu di luar daerah dapat kembali pulang untuk berkarya dan mengabdikan diri bagi pembangunan Provinsi Kalimantan Timur dan kesejahteraan masyarakatnya,” tandasnya.
(Adv/DprdKaltim/Ca)






Users Today : 1094
Total Users : 405639
Views Today : 1621
Total views : 1435459
Who's Online : 6