Publiknews.co Samarinda – DPRD Kota Samarinda menilai capaian pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum tentu mencerminkan fondasi perekonomian daerah yang kokoh. Hal tersebut mengemuka dalam pembahasan Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah.
Dalam evaluasi tersebut, DPRD menekankan pentingnya melihat kualitas struktur ekonomi, bukan hanya angka pertumbuhan tahunan. Jika pertumbuhan hanya bertumpu pada beberapa sektor utama, maka kondisi itu dinilai berpotensi menimbulkan kerentanan saat terjadi tekanan ekonomi.
Wakil Ketua Pansus LKPJ, Abdul Rohim, menjelaskan bahwa perekonomian Samarinda saat ini masih didominasi sektor konstruksi, perdagangan besar, dan pertambangan. Menurutnya, ketergantungan terhadap sektor-sektor tersebut perlu menjadi perhatian serius.
“Pertumbuhan ekonomi memang menunjukkan hasil yang positif, namun perlu ditelaah apakah struktur ekonomi daerah sudah cukup kuat, sehat, dan seimbang,” ujarnya Sabtu (25/4/2026).
Selain persoalan struktur ekonomi, DPRD juga menyoroti tingkat kemandirian fiskal daerah yang dinilai belum optimal. Pendapatan Asli Daerah (PAD) disebut masih banyak bergantung pada penerimaan pajak, sehingga rentan terpengaruh perlambatan ekonomi.
Abdul Rohim menuturkan, ketika kondisi ekonomi masyarakat menurun, kemampuan membayar pajak ikut terdampak dan berimbas langsung terhadap pemasukan daerah.
“Apabila perekonomian melemah, daya bayar masyarakat terhadap pajak juga menurun. Kondisi ini tentu berdampak langsung pada pendapatan pemerintah daerah,” tegasnya.
Karena itu, DPRD mendorong Pemerintah Kota Samarinda untuk mulai memperkuat sektor-sektor alternatif, seperti UMKM, pariwisata, pertanian, dan perdagangan skala kecil. Langkah tersebut dinilai penting agar pertumbuhan ekonomi lebih merata, inklusif, dan berkelanjutan. (Advdprdsamarinda)
Penulis Ayii Edito Redaksi







Users Today : 336
Total Users : 413612
Views Today : 589
Total views : 1453821
Who's Online : 7