• Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi
PublikNews.co
  • Politik
    • DPRD KALTIM
    • DPRD SAMARINDA
    • KPU Samarinda
    • KPU Kaltim
  • Pendidikan
  • Kaltim
    • Samarinda
    • Dispora Kaltim
    • Disdik Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
  • Kaltara
  • Ragam
    • Olah Raga
    • Nasional
  • Advetorial
  • Nasional
No Result
View All Result
  • Politik
    • DPRD KALTIM
    • DPRD SAMARINDA
    • KPU Samarinda
    • KPU Kaltim
  • Pendidikan
  • Kaltim
    • Samarinda
    • Dispora Kaltim
    • Disdik Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
  • Kaltara
  • Ragam
    • Olah Raga
    • Nasional
  • Advetorial
  • Nasional
No Result
View All Result
PublikNews.co
No Result
View All Result
Home Advetorial

DPRD Samarinda Soroti Risiko Ketergantungan Ekonomi pada Sektor Tertentu

Nisa by Nisa
April 25, 2026
in Advetorial, DPRD SAMARINDA
0 0
0
DPRD Samarinda Soroti Risiko Ketergantungan Ekonomi pada Sektor Tertentu
Bagikan

Publiknews.co Samarinda – DPRD Kota Samarinda menilai capaian pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum tentu mencerminkan fondasi perekonomian daerah yang kokoh. Hal tersebut mengemuka dalam pembahasan Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah.

Dalam evaluasi tersebut, DPRD menekankan pentingnya melihat kualitas struktur ekonomi, bukan hanya angka pertumbuhan tahunan. Jika pertumbuhan hanya bertumpu pada beberapa sektor utama, maka kondisi itu dinilai berpotensi menimbulkan kerentanan saat terjadi tekanan ekonomi.

Wakil Ketua Pansus LKPJ, Abdul Rohim, menjelaskan bahwa perekonomian Samarinda saat ini masih didominasi sektor konstruksi, perdagangan besar, dan pertambangan. Menurutnya, ketergantungan terhadap sektor-sektor tersebut perlu menjadi perhatian serius.

“Pertumbuhan ekonomi memang menunjukkan hasil yang positif, namun perlu ditelaah apakah struktur ekonomi daerah sudah cukup kuat, sehat, dan seimbang,” ujarnya Sabtu (25/4/2026).

Selain persoalan struktur ekonomi, DPRD juga menyoroti tingkat kemandirian fiskal daerah yang dinilai belum optimal. Pendapatan Asli Daerah (PAD) disebut masih banyak bergantung pada penerimaan pajak, sehingga rentan terpengaruh perlambatan ekonomi.

Abdul Rohim menuturkan, ketika kondisi ekonomi masyarakat menurun, kemampuan membayar pajak ikut terdampak dan berimbas langsung terhadap pemasukan daerah.

“Apabila perekonomian melemah, daya bayar masyarakat terhadap pajak juga menurun. Kondisi ini tentu berdampak langsung pada pendapatan pemerintah daerah,” tegasnya.

Karena itu, DPRD mendorong Pemerintah Kota Samarinda untuk mulai memperkuat sektor-sektor alternatif, seperti UMKM, pariwisata, pertanian, dan perdagangan skala kecil. Langkah tersebut dinilai penting agar pertumbuhan ekonomi lebih merata, inklusif, dan berkelanjutan. (Advdprdsamarinda)

Penulis Ayii Edito Redaksi

Post Views: 12
Previous Post

Hari Kartini, Celni Ajak Perempuan Samarinda Aktif di Politik dan Berani Tolak Kekerasan

Next Post

12 Dapur MBG di Samarinda Ditutup Sementara, DPRD Kritik Persiapan IPAL yang Terlambat

Nisa

Nisa

Next Post
12 Dapur MBG di Samarinda Ditutup Sementara, DPRD Kritik Persiapan IPAL yang Terlambat

12 Dapur MBG di Samarinda Ditutup Sementara, DPRD Kritik Persiapan IPAL yang Terlambat

Statistik Pengunjung

445686
Users Today : 301
Total Users : 413577
Views Today : 527
Total views : 1453759
Who's Online : 2
Your IP Address : 216.73.217.24
Server Time : 2026-04-27
PublikNews.co

Navigate Site

  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Redaksi

PT. PUTRA BORERO INDAH BERJAYA

No Result
View All Result
  • Politik
    • DPRD KALTIM
    • DPRD SAMARINDA
    • KPU Samarinda
    • KPU Kaltim
  • Pendidikan
  • Kaltim
    • Samarinda
    • Dispora Kaltim
    • Disdik Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
  • Kaltara
  • Ragam
    • Olah Raga
    • Nasional
  • Advetorial
  • Nasional

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In