adv 27
Publiknews.co Samarinda – Beban kerja tenaga pendidik di Kota Samarinda semakin meningkat seiring masih terbatasnya jumlah guru yang tersedia. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap mutu proses pembelajaran, khususnya di tingkat sekolah dasar dan menengah pertama.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menilai permasalahan ini tidak semata-mata berkaitan dengan kekurangan jumlah guru, tetapi juga mencerminkan belum optimalnya langkah antisipasi dalam mengisi kekosongan tenaga pengajar yang terjadi secara berulang setiap tahun.
Ia mengungkapkan bahwa berkurangnya jumlah guru akibat faktor pensiun, kondisi kesehatan, maupun perpindahan tugas seharusnya telah dapat diproyeksikan sejak awal. Namun demikian, upaya pemenuhan kebutuhan tersebut dinilai masih belum berjalan secara maksimal.
“Fenomena kekurangan tenaga pendidik terjadi secara berulang setiap tahun. Hal ini menunjukkan perlunya perencanaan yang lebih sistematis dan terukur agar kekosongan tersebut tidak terus berulang,” ujar Sri Puji Astuti, Sabtu (2/5/2026).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kondisi kekurangan guru berdampak langsung pada tenaga pendidik yang masih aktif. Mereka harus menanggung tambahan beban, baik dalam hal jam mengajar maupun tanggung jawab administratif yang kian meningkat.
Menurutnya, situasi tersebut berpotensi menurunkan efektivitas kegiatan belajar mengajar di kelas. Apabila tidak segera ditangani, hal ini dikhawatirkan akan berdampak pada kualitas pendidikan secara keseluruhan.
Di sisi lain, kebutuhan akan tenaga pengajar diperkirakan masih cukup tinggi, sementara proses rekrutmen yang berjalan saat ini belum sepenuhnya mampu menutup kekurangan tersebut.
Ia juga menyoroti adanya rencana perubahan kebijakan pendidikan dari pemerintah pusat, termasuk penambahan mata pelajaran di tingkat sekolah dasar, yang berpotensi semakin menambah beban kerja guru.
“Apabila kebijakan tersebut diterapkan tanpa diiringi kesiapan jumlah tenaga pendidik yang memadai, maka beban kerja guru yang ada akan semakin meningkat,” jelasnya.
Sri Puji menekankan pentingnya langkah strategis yang berkelanjutan dalam mengatasi persoalan ini. Ia mendorong agar perencanaan kebutuhan guru dilakukan secara lebih matang dan berbasis pada data riil di lapangan.
“Tenaga pendidik tidak seharusnya terus-menerus dibebani tanpa adanya solusi yang konkret. Persoalan ini berkaitan langsung dengan kualitas pendidikan di masa mendatang,” tegasnya.(advdprdsamarinda)
Penulis Ayii Editor Redaksi







Users Today : 459
Total Users : 418254
Views Today : 1042
Total views : 1461994
Who's Online : 27