Publiknews.co Samarinda – Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Ketapang Tani) mempercepat pelaksanaan sejumlah program prioritas yang hingga pertengahan tahun anggaran 2026 masih menunjukkan realisasi rendah.
Menurut Iswandi, meskipun serapan anggaran dinas secara keseluruhan telah melampaui 42 persen dari total pagu sekitar Rp25,69 miliar, capaian tersebut belum mencerminkan optimalnya pelaksanaan program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya di sektor ketahanan pangan.
Ia mengungkapkan masih ada beberapa kegiatan strategis yang berjalan sangat lambat. Bahkan, sejumlah program penting belum menunjukkan realisasi sama sekali hingga memasuki semester pertama.
“Program ketahanan dan diversifikasi pangan baru terealisasi sekitar 6 persen. Sementara penanganan kerawanan pangan maupun pengelolaan cadangan pangan masih belum berjalan,” ujarnya, Senin (22/6/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera menjadi perhatian pemerintah daerah karena sektor pangan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung keberlangsungan sektor pertanian di Kota Samarinda.
Iswandi menilai program yang berkaitan dengan ketahanan pangan seharusnya menjadi prioritas pelaksanaan, mengingat manfaatnya dirasakan langsung oleh petani, kelompok tani, pelaku usaha pangan, hingga masyarakat secara luas.
Ia juga mengingatkan agar keberhasilan pelaksanaan anggaran tidak hanya diukur dari besarnya dana yang berhasil diserap. Lebih dari itu, pemerintah perlu memastikan setiap program benar-benar terlaksana dan menghasilkan dampak nyata.
“Jangan sampai serapan anggarannya tinggi, tetapi hasil programnya belum dirasakan masyarakat. Yang kami dorong adalah realisasi kegiatan, bukan hanya administrasi anggaran,” tegasnya.
Komisi II DPRD turut meminta Dinas Ketapang Tani melakukan evaluasi terhadap berbagai kendala yang menyebabkan sejumlah program belum dapat berjalan optimal selama dua triwulan pertama tahun ini.
Menurut Iswandi, masih terdapat kesempatan pada semester kedua untuk mempercepat pelaksanaan kegiatan sehingga target pembangunan sektor pangan tetap dapat dicapai sesuai rencana.
Ia berharap percepatan tersebut tidak hanya bertujuan mengejar angka realisasi anggaran, tetapi juga memperkuat dukungan bagi sektor pertanian dan meningkatkan ketahanan pangan sebagai kebutuhan mendasar masyarakat.
“Semester kedua harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Program yang berkaitan langsung dengan masyarakat jangan sampai tertinggal karena menyangkut kebutuhan warga sekaligus keberlanjutan sektor pertanian di Samarinda,” tutupnya.(adv/ayii)








Users Today : 238
Total Users : 458074
Views Today : 701
Total views : 1529227
Who's Online : 1