Ket foto : Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah.
Publiknews.co Samarinda – Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, mendorong penataan kawasan Folder Air Hitam agar tetap menjadi ruang publik yang nyaman sekaligus mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Menurutnya, keberadaan pedagang dan tingginya kunjungan warga harus diimbangi dengan pengelolaan kawasan yang baik.
Helmi menilai kawasan tersebut perlu ditata secara berkelanjutan dengan memperhatikan aspek kebersihan, keindahan, keamanan, dan kenyamanan. Dengan demikian, Folder Air Hitam tidak hanya menjadi tempat rekreasi warga, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha kecil yang beraktivitas di sekitarnya.
Di sisi lain, Helmi juga menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan produk air minum dalam kemasan milik daerah yang baru diluncurkan. Ia menilai kehadiran produk tersebut dapat menjadi kebanggaan masyarakat karena merupakan hasil pengembangan perusahaan daerah.
“Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita karena memiliki produk sendiri. Namun demikian, kehadirannya juga tidak menutup peluang bagi produk-produk lain untuk berkembang,” ujar Helmi pada Selasa (4/7/2026).
Meski mendukung pengembangan usaha tersebut, Helmi mengingatkan agar produksi air minum kemasan tidak mengganggu pelayanan utama penyediaan air bersih kepada masyarakat. Menurutnya, layanan distribusi air bersih tetap harus menjadi prioritas karena menyangkut kebutuhan dasar warga.
Ia menegaskan bahwa air minum dalam kemasan dan layanan air bersih merupakan dua produk dengan fungsi yang berbeda sehingga pengelolaannya harus berjalan beriringan tanpa saling memengaruhi.
Menanggapi isu potensi intrusi air laut yang dapat memengaruhi kualitas air baku, Helmi menyebut hal tersebut merupakan persoalan teknis yang lebih tepat dijelaskan oleh pihak terkait. Namun berdasarkan informasi yang diterimanya, sumber pengambilan air berada di kawasan hulu Sungai Mahakam sehingga dinilai aman dari dampak intrusi air asin.
“Kalau soal itu tentu ranah teknis. Tetapi setahu saya sumber air yang digunakan berada di wilayah hulu Mahakam, bukan di kawasan yang berpotensi terdampak intrusi air laut,” katanya.
Terkait peluang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Helmi menilai masih terlalu dini untuk membahas kontribusi produk tersebut terhadap penerimaan daerah. Ia menekankan bahwa tahap awal yang perlu diperkuat adalah kualitas produk dan strategi pemasaran agar mampu diterima masyarakat secara luas.
“Karena produk ini masih baru, fokus utamanya harus pada peningkatan kualitas dan penguatan pemasaran terlebih dahulu,” ujarnya.
Meski demikian, Helmi berharap dalam jangka panjang usaha tersebut dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi daerah, termasuk menjadi salah satu sumber kontribusi terhadap PAD Kota Samarinda.(advdprdsamarinda)







Users Today : 153
Total Users : 478640
Views Today : 174
Total views : 1562914
Who's Online : 1