Publiknews.co Samarinda – DPRD Kota Samarinda meminta Perumdam Tirta Kencana meningkatkan pengawasan terhadap kualitas air bersih selama musim kemarau. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan air yang didistribusikan kepada masyarakat tetap memenuhi standar kesehatan meskipun terjadi perubahan kondisi pada sumber air baku.
Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, mengatakan penurunan debit Sungai Mahakam berpotensi memengaruhi kualitas air baku yang digunakan dalam proses produksi air bersih. Salah satu hal yang perlu diantisipasi adalah peningkatan kadar klorida akibat masuknya air laut ke wilayah perairan yang menjadi sumber pasokan.
“Dengan tadi yang di atas 200–250 maka mereka bisa menyetok karena untuk kesehatan masyarakat,” kata Helmi, Sabtu (29/8/2026).
Menurutnya, pengawasan tidak boleh hanya difokuskan pada hasil akhir produksi air. Pemantauan terhadap kondisi sumber air baku juga harus dilakukan secara rutin untuk mendeteksi perubahan kualitas sejak awal sehingga langkah penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Helmi menilai kondisi kemarau menuntut kesiapsiagaan lebih tinggi dari pengelola layanan air bersih. Pasalnya, perubahan debit sungai dapat berdampak pada karakteristik air baku yang masuk ke instalasi pengolahan air (IPA).
Ia menyebut peningkatan kadar klorida yang terpantau di sejumlah IPA perlu menjadi perhatian serius. Karena itu, Perumdam Tirta Kencana diharapkan menyiapkan langkah-langkah teknis yang diperlukan agar kualitas air yang diterima pelanggan tetap terjaga.
Selain pengawasan teknis, Helmi juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi kepada masyarakat. Menurutnya, warga berhak mengetahui perkembangan kondisi sumber air baku maupun kebijakan yang diambil pengelola apabila terjadi perubahan dalam proses pelayanan.
“Masyarakat juga perlu memperoleh penjelasan apabila terdapat perubahan kondisi air baku maupun proses pelayanan. Informasi yang disampaikan secara terbuka dapat membantu warga memahami situasi sekaligus mengetahui langkah yang perlu dilakukan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa setiap air yang diproduksi dan disalurkan kepada pelanggan harus dipastikan telah melalui proses pengolahan sesuai standar yang berlaku. Pengawasan kualitas perlu dilakukan pada seluruh tahapan, mulai dari pengambilan air baku hingga distribusi ke rumah-rumah pelanggan.
DPRD Samarinda pun mendorong Perumdam Tirta Kencana untuk terus memperkuat sistem pemantauan selama musim kemarau berlangsung. Langkah tersebut dinilai penting guna mengantisipasi perubahan kondisi Sungai Mahakam yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Bagi Helmi, persoalan kualitas air bersih tidak hanya berkaitan dengan aspek pelayanan, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat yang menjadi prioritas utama.
“Yang paling penting kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian,” tegasnya.
Dengan pengawasan yang lebih ketat serta komunikasi yang terbuka kepada masyarakat, DPRD berharap layanan air bersih di Samarinda tetap terjaga sehingga warga dapat memperoleh pasokan air yang aman dan layak digunakan selama musim kemarau.(adv)






Users Today : 186
Total Users : 492442
Views Today : 299
Total views : 1586253
Who's Online : 4