Publiknews.co Samarinda – Menanggapi langkah Pertamina yang menawarkan layanan perbaikan kendaraan warga terdampak dugaan bahan bakar minyak (BBM) bermasalah, Anggota DPRD Samarinda, Abdul Rohim menyampaikan apresiasi atas bentuk tanggung jawab awal tersebut.
Namun, ia menilai upaya tersebut belum menyentuh pokok persoalan yang sesungguhnya.
Ia mengibaratkan kebijakan tersebut sebagai pemadaman api tanpa menyelidiki sumber api itu sendiri.
“Langkah ini tentu patut diapresiasi, karena menunjukkan adanya tanggung jawab. Namun, jika hanya berhenti pada pemberian layanan perbaikan, potensi kerusakan serupa di masa mendatang akan tetap ada. Ibarat memadamkan api tanpa mencari tahu penyebab kebakaran itu sendiri,” ujarnya kepada awak media.
Politisi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut menilai bahwa penyelesaian jangka panjang harus diawali dengan investigasi menyeluruh terhadap rantai distribusi BBM, mulai dari hulu hingga ke hilir.
“Pertamina harus bertindak lebih jauh dengan melakukan penelusuran komprehensif. Prosesnya perlu menyentuh seluruh mata rantai distribusi, mulai dari proses produksi BBM, pengangkutan oleh armada tanker, hingga pendistribusian di SPBU. Jika akar persoalan tidak ditemukan, potensi kejadian serupa bisa terus berulang,” tegasnya.
Lebih lanjut, Abdul Rohim mendorong Pemerintah Kota Samarinda agar tidak sekadar menunggu hasil dari pihak Pertamina, melainkan turut mengambil peran aktif dalam menyikapi persoalan ini.
Salah satunya dengan membentuk tim investigasi independen yang dapat memberikan analisis objektif.
“Saya mendorong agar pemerintah daerah membentuk tim independen yang bisa melakukan investigasi lebih mendalam. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa kerusakan tidak dialami oleh semua kendaraan, yang artinya ada faktor spesifik yang harus dicari tahu secara cermat,” tutupnya.
Penulis Ainun Editor Redaksi PN







Users Today : 469
Total Users : 507594
Views Today : 940
Total views : 1614050
Who's Online : 14