Publiknews.co Samarinda — Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, menilai perencanaan proyek Terowongan Selili masih jauh dari kata matang.
Menurutnya, kurangnya kajian teknis yang memadai menjadi salah satu faktor utama munculnya berbagai persoalan di lapangan, termasuk insiden longsor di area inlet yang hingga kini belum teratasi.
Ia mengungkapkan bahwa pihak kontraktor diduga tidak melakukan kajian mendalam saat menyusun Detail Engineering Design (DED), terutama terkait studi geologi yang menjadi dasar penting dalam perencanaan struktur terowongan.
“Pengambilan sampel geologi dan analisis terkait kondisi tanah hanya dilakukan terbatas di area proyek, itu pun pengambilan sampelnya sangat minim,” ujar Rohim, Jumat (18/07/2025).
Menurutnya, penyusunan DED yang tidak didukung oleh data teknis yang lengkap berpotensi menimbulkan masalah saat pelaksanaan, karena berbagai risiko lapangan tidak teridentifikasi sejak awal.
“Jika kontraktor bekerja secara profesional, seharusnya mereka melakukan pengambilan sampel yang memadai. Dengan begitu, kondisi geologi dan karakteristik tanah bisa dipetakan secara akurat,” tegasnya.
Rohim mengingatkan, bila pola perencanaan tanpa kajian menyeluruh ini terus terjadi, bukan hanya progres proyek yang terganggu, tetapi juga berisiko menimbulkan pemborosan anggaran karena pekerjaan tidak sesuai harapan.
Penulis Nisnun Editor Redaksi







Users Today : 486
Total Users : 515380
Views Today : 600
Total views : 1627906
Who's Online : 5