Foto: Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo.
Publiknews.co, Kutai Kartanegara – Upaya melestarikan Bahasa Kutai terus diperkuat oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar).
Melalui program Tuntas Bahasa Ibu, pemerintah daerah ingin menjadikan bahasa daerah ini bagian dari pembelajaran sekolah secara formal.
“Bahasa Kutai adalah jati diri kita. Kalau bukan kita yang menjaganya, siapa lagi?” ujar Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, Kamis (7/8/2025).
Program ini telah berjalan di hampir seluruh sekolah di Kukar. Setiap sekolah kini memiliki pembina Bahasa Kutai yang bertugas tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga mendorong penggunaan bahasa daerah dalam kegiatan sehari-hari.
“Pembinaan Bahasa Kutai tidak cukup di ruang kelas. Kami ingin bahasa ini hidup di tengah masyarakat, di acara-acara publik, dan di percakapan sehari-hari,” jelas Puji.
Salah satu ruang ekspresi budaya yang dimanfaatkan adalah kegiatan Bincang Buku Antologi Puisi Begenjoh & Maharagu yang berlangsung di Titik Nol Tenggarong.
Dalam kegiatan itu, isu pelestarian bahasa daerah kembali digaungkan di hadapan masyarakat dan komunitas literasi. Kata dia bahwa benar jika Bahasa Kutai memiliki kekayaan dialek yang berbeda-beda di tiap kecamatan.
“Justru karena beragam, Bahasa Kutai jadi makin menarik. Tapi pendekatannya harus sesuai, berbasis komunitas, dan tidak bisa dipaksakan satu pola,” katanya.
Disdikbud Kukar juga membuka kolaborasi dengan komunitas seni, pegiat literasi, serta lembaga pendidikan nonformal untuk memperluas jangkauan program. Bagi Puji, pelestarian bahasa bukan pekerjaan satu instansi, tapi tanggung jawab bersama.
“Gerakan ini butuh keterlibatan semua pihak. Bahasa tidak bisa bertahan kalau cuma jadi tugas dinas. Harus jadi gerakan bersama,” tegasnya.
Program ini bahkan telah mendapat apresiasi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Penghargaan tersebut menjadi pemicu agar program bisa dibawa ke level provinsi bahkan nasional.
“Target kami ke depan, Kukar bisa jadi percontohan nasional untuk pelestarian bahasa ibu,” sebut Puji penuh optimisme.
Maka dari itu, mewakili Disdikbud berharap kepada generasi muda Kukar dapat tumbuh dengan rasa bangga terhadap bahasa daerahnya sendiri.
“Melestarikan Bahasa Kutai bukan cuma soal tradisi. Ini soal siapa diri kita sebagai orang Kutai,” pungkas Puji. (Adv)







Users Today : 144
Total Users : 488885
Views Today : 429
Total views : 1579029
Who's Online : 3