Foto: Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor (Nur/Publiknew)
Publiknews.co, Kutai Kartanegara – Sebanyak 19 SMP di Kabupaten Kutai Kartanegara mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) sekolah inklusi yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar di Ballroom Hotel Grand Fatma, Senin (29/9/2025) malam.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, bersama Plt Kabid SMP, Emy Rosana Saleh. Setiap sekolah yang berjumlah 19 sekolah di Kukar mengutus dua guru untuk mengikuti bimtek, yang bertujuan memperkuat kesiapan mereka dalam menerima siswa inklusi.
Thauhid menjelaskan, pendidikan inklusi menuntut sekolah memiliki tenaga pendamping khusus. Sebab, dalam satu kelas bisa ada 32 siswa, dan anak berkebutuhan khusus membutuhkan pendekatan berbeda agar hak belajar siswa lain tetap terjaga.
“Kalau ada siswa inklusi, tentu dibutuhkan guru yang bisa mendampingi dengan baik. Tidak semua sekolah bisa menerima, karena faktor guru, fasilitas, bahkan kondisi gedung juga berpengaruh,” katanya.
Ia mencontohkan, anak disabilitas tidak seharusnya ditempatkan di sekolah bertingkat tanpa akses ramah difabel. Karena itu, pemetaan sekolah yang benar-benar siap sangat penting agar penanganannya lebih tepat sasaran.
Data sekolah hasil bimtek nantinya juga akan dipakai saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
Dengan begitu, orang tua mendapat kepastian ke mana harus mendaftarkan anaknya, dan sekolah pun lebih percaya diri menerima siswa inklusi.
Menurut Thauhid, bimtek seperti ini bukan hal baru, namun harus terus dilakukan secara berjenjang. Dari PAUD, SD, hingga SMP, guru diberikan formula dan metode agar mampu menangani siswa inklusi secara profesional.
“Semakin banyak guru terlatih, semakin luas akses anak inklusi untuk belajar. Itu yang kita kejar, bukan sekadar seremonial, tetapi benar-benar ada perubahan di lapangan,” pungkasnya. (Adv/Nr)







Users Today : 189
Total Users : 491282
Views Today : 341
Total views : 1583582
Who's Online : 2