Publiknews.co Samarinda – Kekosongan ribuan bangku sekolah dasar (SD) negeri di Kota Samarinda menjadi perhatian serius Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Darlis Pattalongi.
Ia mengungkapkan bahwa rendahnya jumlah peserta didik di sekolah negeri perlu mendapat respons cepat dan tepat dari pemerintah daerah.
Berdasarkan data terkini, terdapat lebih dari dua ribu bangku yang belum terisi di SD negeri wilayah Samarinda.
Darlis menyatakan bahwa kondisi ini bukan hanya mencerminkan ketersediaan daya tampung yang tinggi, tetapi juga menunjukkan pergeseran preferensi masyarakat yang kini lebih condong memilih sekolah swasta.
“Fakta ini harus dilihat secara objektif. Di satu sisi, kita memiliki kapasitas yang cukup besar, namun di sisi lain, banyak orang tua justru memilih menyekolahkan anak mereka di sekolah swasta. Hal ini menjadi indikator bahwa kepercayaan publik terhadap sekolah negeri perlu diperkuat,” ujarnya, Kamis (10/7/2025).
Darlis menilai bahwa persepsi masyarakat terhadap kualitas pendidikan di sekolah swasta yang dianggap lebih unggul, terutama oleh kalangan ekonomi menengah ke atas, menjadi salah satu faktor utama penyebab rendahnya peminat di sekolah negeri.
“Realitanya, banyak sekolah swasta di Samarinda yang mampu memberikan layanan pendidikan lebih baik, baik dari segi fasilitas maupun metode pembelajaran. Ini menjadi tantangan besar bagi sekolah negeri untuk meningkatkan kualitasnya secara menyeluruh,”ungkap politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.
Ia menjelaskan bahwa pendidikan dasar memiliki peran strategis sebagai fondasi awal perkembangan intelektual anak.
Oleh karena itu, para orang tua sangat selektif dalam menentukan pilihan sekolah dasar, karena pada tahap ini mereka belum siap melepas anaknya untuk bersekolah jauh dari rumah.
“Berbeda dengan jenjang pendidikan menengah atas, di mana anak-anak sudah lebih mandiri dan orang tua bersedia mengizinkan mereka bersekolah di luar kota atau pulau. Untuk SD, mereka akan memilih yang terbaik di sekitar tempat tinggal, sekalipun itu sekolah swasta dengan biaya lebih tinggi,” tambahnya.
Darlis mengingatkan bahwa jika penurunan jumlah peserta didik di sekolah negeri terus berlanjut, bukan tidak mungkin pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan akan mengevaluasi efektivitas keberadaan sekolah-sekolah tersebut.
Salah satu kemungkinan yang bisa terjadi adalah penutupan sekolah yang dinilai tidak lagi efisien.
“Apabila rasio siswa terus menurun, dan bangku-bangku kosong semakin banyak, bukan tidak mungkin kebijakan rasionalisasi atau penutupan akan diambil. Ini tentu menjadi skenario yang harus kita hindari bersama,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipatif, Darlis mendorong pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk melakukan pembenahan serius terhadap sekolah negeri.
Pembenahan tersebut mencakup peningkatan kompetensi tenaga pendidik, perbaikan infrastruktur sekolah, serta pembaruan pendekatan pembelajaran agar lebih relevan dengan kebutuhan zaman.
“Ini harus menjadi perhatian bersama. Sekolah negeri jangan sampai hanya menjadi pilihan alternatif. Justru harus menjadi pilihan utama karena menawarkan mutu pendidikan yang kompetitif,” tutupnya.
(Adv/dprdkaltim)
Penulis Nisnun Editor Redaksi





Users Today : 200
Total Users : 513406
Views Today : 249
Total views : 1625359
Who's Online : 2