Foto : Posko Pelayanan Pengaduan SPMB di Kantor Disdikbud Kukar.
Disdik Kukar Fasilitasi Pendaftaran Siswa Baru Lewat Posko SPMB
PUBLIKNEWS.CO, KUKAR – Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP di Kutai Kartanegara memasuki tahap kedua sejak 18 hingga 20 Juni 2025.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar terus memastikan kelancaran pelaksanaan penerimaan ini.
Tahap pertama SPMB telah selesai dengan tiga jalur utama, yaitu afirmasi, mutasi, dan prestasi. Pengumuman hasil tahap ini dilakukan pada 14 Juni, dan peserta yang lolos diminta melakukan pendaftaran ulang pada 16 sampai 17 Juni.
Emy Rosana Saleh, Plt. Kepala Bidang SMP Disdikbud Kukar, menerangkan bahwa jalur zonasi kini diganti menjadi jalur domisili. Istilah baru ini sekaligus mengubah persentase kuota sesuai kebijakan daerah dan kapasitas tiap sekolah.
Jalur domisili memberikan kelonggaran sekitar 10 persen di masing-masing sekolah. Kebijakan ini dibuat untuk memberikan fleksibilitas lebih pada proses penerimaan siswa baru.
Hasil seleksi jalur domisili akan diumumkan pada 21 Juni, dan peserta yang lolos wajib melakukan pendaftaran ulang pada 1 hingga 2 Juli. Jadwal ini diharapkan bisa memberi waktu yang cukup bagi peserta.
Untuk membantu peserta dan orang tua, Disdikbud Kukar membuka dua posko layanan, yakni di sekolah dan kantor Dinas Pendidikan. Posko ini fokus membantu mereka yang kesulitan teknologi atau belum memahami mekanisme pendaftaran online.
“Kebanyakan orang tua masih bingung soal titik lokasi domisili atau tidak familiar dengan internet. Di sinilah kami bantu, baik secara langsung maupun lewat layanan telepon,” kata Emy sapaan akrabnya pada Jumat (20/6/2025).
Posko beroperasi setiap hari kerja mulai pukul 08.00 hingga 16.30 dengan dukungan teknis dari Dinas Komunikasi dan Informatika. Tim ini siaga mengatasi kendala seperti gangguan server yang sempat terjadi.
Emy berharap masyarakat dapat mengikuti aturan dan tidak memaksakan anak mendaftar di sekolah yang tidak sesuai jalur. Ia menegaskan kualitas pendidikan di sekolah negeri Kukar sudah merata.
“Jangan memaksakan anak ke sekolah yang bukan jalurnya, karena kualitas pendidikan di sekolah negeri sudah merata,” tutup Emy. (Adv)






Users Today : 621
Total Users : 435895
Views Today : 770
Total views : 1493055
Who's Online : 3