Foto: Plt. Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto.
Publiknews.co, Kutai Kartanegara – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan komitmennya memperluas literasi teknologi ke seluruh jenjang pendidikan, termasuk pendidikan layanan Non Formal (kesetaraan) dan PAUD.
Hal ini menjadi fokus dalam pelatihan AI in The Classroom yang berlangsung di Hotel Fatma, Tenggarong, Kamis (14/8/2025).
Plt Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto, menyatakan pemerataan akses teknologi harus mencakup semua kelompok pendidik, bukan hanya sekolah formal.
Pelatihan berkelanjutan dinilai krusial untuk memastikan setiap guru mampu memanfaatkan perangkat dan aplikasi berbasis kecerdasan buatan.
“Tugas kita selanjutnya adalah melakukan diseminasi melalui komunitas belajar Kukar Pintar Idaman, baik kepada rekan IGTKI, HIMPAUDI, maupun pendidik di jalur kesetaraan,” ungkapnya.
Pujianto menyoroti perbedaan kebutuhan teknologi di setiap jenjang. Pada PAUD, misalnya, perangkat Chromebook belum dibagikan. Sementara di pendidikan kesetaraan, justru ada permintaan khusus untuk komputer PC guna mendukung kegiatan kursus keterampilan.
“Selain untuk belajar formal, PC juga bermanfaat membekali warga belajar dengan keterampilan praktis,” jelasnya.
Kondisi di sekolah formal pun belum sepenuhnya ideal. Masih terdapat Chromebook yang tersimpan rapi karena sebagian guru belum terbiasa menggunakannya.
Menurut Pujianto, persoalan ini dapat diatasi dengan memadukan infrastruktur yang sudah ada dengan peningkatan kompetensi SDM secara bertahap.
Ke depan, Disdikbud Kukar akan memastikan setiap pelatihan diikuti perwakilan dari semua jenjang pendidikan. Tujuannya, materi yang didapat bisa segera disebarkan ke komunitas guru masing-masing.
“Harapannya semangat belajar ini dapat menular,” kata Pujianto.
Kolaborasi dengan Seamolec disebut akan terus berlanjut. Setiap bidang di Disdikbud, mulai SD, SMP, PAUD, hingga kesetaraan, memiliki subkegiatan yang dapat diarahkan untuk pelatihan teknologi. Materi juga akan diperbarui mengikuti perkembangan terbaru.
Bagi Pujianto, pendidikan kesetaraan memiliki peran strategis membekali warga belajar dengan kemampuan yang langsung terpakai di dunia kerja. Karena itu, pemilihan jenis teknologi harus tepat sasaran.
Pelatihan AI in The Classroom kali ini menjadi langkah awal dalam memperluas literasi teknologi ke semua kalangan pendidik. Komunitas Kukar Pintar Idaman diharapkan menjadi motor penggerak dalam penyebaran inovasi pembelajaran di daerah.
Dengan komitmen tersebut, transformasi digital di Kukar diupayakan berjalan merata, tidak hanya di ruang kelas formal, tetapi juga di pendidikan kesetaraan dan jenjang PAUD. (Adv/Nr)







Users Today : 286
Total Users : 491892
Views Today : 649
Total views : 1585003
Who's Online : 3